KOTAMOBAGU– Bisnis di bidang event organizer atau biasa disebut EO masih menjanjikan dan mampu menghasilkan uang. Seperti diungkapkan pemilik EO Musikopi Production Fahri Ibrahim. Kuncinya adalah menghadirkan nuansa yang berbeda dari penyelenggaraan event pada umumnya.

“Bisnis ini masih oke karena kita saat ini pasti butuh suatu acara yang memang beda dari acara-acara yang biasa,” kata dia.

“Itu selalu kita butuh konsep-konsep terbaru kan. Kemudian orang juga nggak akan bosan kalau kita bikin event itu nggak sering, cuma pada saat kita bikin itu eksklusif,” ujarnya.

Dia mengatakan kesuksesan suatu event yang diselenggarakan tergantung dari berapa sering event tersebut diadakan. Cara dia untuk sukses menyelenggarakan acara adalah tidak menggelarnya terlalu sering.

“Kalau kita bikin event ini setiap bulan pasti barang-barang atau produk baru nggak akan lebih banyak,” sebutnya.

Sementara jika diselenggarakan misalnya setahun hanya 1-2 kali, biasanya akan memunculkan banyak barang-barang baru yang disuguhkan dalam suatu event. Alhasil banyak pengunjung yang datang untuk berburu barang baru.

Namun bisnis EO ini tidak terlepas dari tantangan. Kata dia saat ini banyak bermunculan EO baru.

“Saat ini banyak EO bermunculan. Yang penting sih kita berusaha secara idealis. Kita harus menggunakan acara ini sebagai perwujudan dari passion kita. Gimana supaya acaranya semua bisa enjoy, senang, happy dan bisa merata,” ujarnya.

Dia pun mengatakan keuntungan bisnis ini beragam tergantung kondisi. “Beda-beda karena kita punya cost produksi kan banyak, untuk biaya-biaya pajak, reklame, untuk konstruksi booth, untuk segala macem, kemudian stage performancesegala macam,” ujarnya.

“Range-nya sekitar ratusan juta sih ada. Mungkin (pendapatan) sekitar Rp 300-500 juta sekali penyelenggaraan,” sebutnya.

Namun dari kesuksesan menjadi pebisnis EO, awalnya kata dia harus siap menanggung rugi.

“Semua orang bisa jadi EO yang penting punya passion. Tapi harus tekun, harus siap terima risiko karena nggak selalu untung. Awalnya pasti rugi. kerugian finansial pasti ada, kemudian acaranya nggak sukses, mungkin nggak rame, seperti itu,” tambahnya.