BOLMONG– Menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah yang nyaris punah dipengaruhi pesatnya pertumbuhan teknologi di zaman moderen saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), menggelar pelatihan alat musik tradisional di Aula Yadika, Desa Kopandakan II, Kecamatan Lolayan, Kamis (27/12/2018).

Melibatkan budayawan, Cahirun Mokoginta, Pemkab melalui Dinas Pendidikan (Disdik), mengkhususkan pelatihan tersebut bagi Guru Seni dan Budaya tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Bolmong.

Setiap peserta, mendapat pengenalan dan penjelasan serta tata cara memainkan alat musik tradisional Bolmong, Rambabo dan Kantung.

“Dua alat musik tradisional ini sudah hampir punah. Padahal, alat musik ini termasuk yang paling tua dan memiliki sejarah peradaban seni dan budaya di Bolaang Mongondow pada masa itu,” kata Chairun.

Bahkan kata kolektor benda-benda sejarah Bolmong ini, orang-orang yang tahu memainkan alat musik tradisional tersebut pun nyaris tak ada lagi.

“Terakhir saya melihat alat musik ini pada tahun 1980, serta orang yang tau memainkannya pun sudah hampir tidak ada. Sehingga itu, penting bagi kita dan generasi di Bolmong Raya ini melestarikan kembali alat musik tradisional sebagai warisan sejarah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Bolmong merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan ragam seni dan budaya. Budaya Bolmong pun dikenal tak hanya di Indonesia, bahkan sampai di sejumlah negara Eropa.

“Alat musik tradisional Rambabo khas Bolaang Mongondow, adalah salah satu alat musik yang disimpan di museum seni negara Swedia,” bebernya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bolmong, Renty Mokoginta, mengatakan, pelatihan alat musik tradisional tersebut, adalah bagian dari kepedulian pemerintah dalam melestarikan seni dan budaya daerah.

“Kami fokuskan pelatihan ini bagi guru seni dan budaya. Sehingga para guru yang telah mendapatkan pelatihan ini bisa kembali mengajarkan kepada murid-murid di sekolah masing-masing,” kata Renty.

“Para guru pun harus mampu menggali potensi seni dan budaya sebagai bahan ajar yang mampu mendorong para siswa sebagai generasi kita, faham dan tahu akan budaya kita sendiri,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan program Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow. Kata Renty, Bupati menginginkan budaya dan seni di Bolmong terus dilestarikan sebagai ikon daerah.

“Ibu Bupati sangat menginginkan generasi penerus di Kabupaten Bolmong, terus menjaga dan melestarikan budaya dan seni tradisional kita. Beliau pun berpesan, menjaga dan melestarikan seni dan budaya daerah adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah dan seluruh elemen masyarakat di Bolmong,” pungkasnya.