Pemeran Carlota dalam serial telenovela Betty La Fea. Foto : Istimewa.

Tahun 90-an bisa dibilang sebagai jamannya telenovela, hampir semua ibu muda hingga para gadis dijaman itu menggandrungi drama asal Meksiko ber-genre lawas. Waktu itu, jauh sebelum drama korea ada, kaum perempuan hampir semua terkena sihir drama telenovela dari Meksiko. Bikin ketagihan memang, sebab kisah yang disugguhkan selalu menyedihkan yang diangkat dari keadaan kehidupan sosial hingga kecerita tokoh antagonis yang menyebalkan.

Misalnya drama telenovela CLARA yang diperankan oleh Astrid Carolina Herrera, dalam drama “si cantik clara”, seorang gadis yang tidak diakui oleh Ayahnya. Keluarga dari ayahnya adalah keluarga kaya. Ia bernama Emilliano, yang menolak mengakui clara sebagai anaknya. Clara Rosa sendiri tinggal bersama bibi dan kedua anaknya. Untuk menyambung hidup, Clara Rosa dan sepupunya berprofesi sebagai pedagang jalanan karena dipaksa oleh bibinya sendiri. Emilliano menjadi tokoh penting di pemerintahan meski isterinya berselingkuh dengan lawanpolitiknya Lisandro yang memiliki dua anak bernama Valentin dan Francisco.

Valentin dijebak oleh Linda Prado (diperankan Gabriela Spanic) dalam sebuah pernikahan atas kehamilan fiktif. Valentin bertemu dengan Clara Rosa hingga menjalin hubungan asmara setelah mengetahui Linda Prado yang sudah membohonginya dengan kehamilan palsu.

Diantara drama Meksiko, Betty La Fea-lah yang menjadi idola saya. Saya tak tahu kenapa saya bisa suka dia. Berkisah tentang seorang gadis berpenampilan culun dengan kacamata besar, rambut keriting dan kawat giginya, namun ber-otak encer yang selalu di bully oleh rekan-rekan kerjanya sendiri di kantor. Ia jatuh cinta kepada bosnya namun tidak merasa percaya diri dengan penampilannya. Ia pun bertolak keluar negeri dan mengubah penampilannya. Betty La Fea (Diperankan Ana Maria Orozco Airstizabal.

Ringkasan drama telenovela diatas yang saya tuliskan, sebenarnya hanya me-review kembali ingatan anak-anak yang lahir ditahun 60-an 70-an dan 80-an. Saya yakin mereka yang hobby dengan drama Meksiko ini, pasti ingat dengan kisah-kisahnya. Termasuk mungkin ikut melelehkan air mata ketika tokoh idolanya menangis, karena disiksa dan selalu terjebak dengan keadaan yang sulit. Saya sendiri tak tahu banyak dengan drama-drama ini, kecual isi Betty La Fea yang jadi idola saya. Hehehe. Mungkin dijaman sekarang ini masih ada yang bergaya Betty La Fea, yang culun namun otaknya encer.

Tapi ada yang menarik dari semua cerita drama telenovela Meksiko. Ternyata ada tokoh antagonis yang cukup luar biasa populer hingga sekarang. Siapakahdia? Namanya Carlota. Saya coba menelusuri jejak digitalnya, namun tak banyak informasi yang saya dapatkan. Tapi saya yakin, semua sudah tahu siapa dia ini. Si Carlota ini luarbiasa. Ia menguasai seluruh informasi yang ada. Sayangnya, informasi yang ia dapatkan kadang ia tambah kadang juga ia kurangi. Yang pasti, dimana Carlota berada, disitu masalah timbul. Sampai-sampai nama Carlota ini diserap dalam bahasa sehari-hari, yang menunjukkan orang yang punya sifat super aktif ingin tahu setiap informasi, tapi berkonotasi negative.

Apa yang menarik dengan Clara dari Meksiko dan Clara dari Bolmong, yang saat ini sedang viral di medsos? Oh, ternyata, di Bolmong, bisnis investasi clara ini menjalar kemana-mana karena ulah Carlota. Sifat Carlota-lah yang menjadikan bisnis investasi kacau ini berkembang. Bisnis ini pola kerjanya sangat simpel dalam merekrut investor, yakni hanya dari mulut ke mulut saja. Hampir sama dengan ulahnya Carlota, yang senang membuat masalah hanya dari mulutsaja.

Mengapa saya bilang begitu? Itu karena dari bisik-bisik para carlotisme, investasi ini tak biasa. Dengan menggunakan istilah donor, para calon investor dalam bisnis ini hanya cukup diyakinkan dari mulut ke mulut saja, hingga akhirnya mereka rela menyetorkan uang jutaan sampai puluhan juta rupiah, yang diimingi bunga sampai 75 persen. Waw, fantastis, luarbiasa. Padahal dalam bisnis perbankan, yang keuangannya dijamin, bank sekaya apapun itu pasti tak akan sanggup mematok dengan bunga seperti ini.

Sebenarnya untuk mengantisipasi dari bisnis semacam ini, kita bisa memverifikasinya dengan menggunakan kaidah dalam ilmu hadis. Dalam ilmu hadis, ada dua syarat yang harus dilalui sebuah hadis agar ia dapat dipakai. Syarat pertama Sanad. Jika sanadnya jelas, terus bersambung sampai ke Nabi, dan para perawi-nya (orang yang meriwayatkan hadis), terpercaya, maka hadis tersebut dapat diterima. Syarat kedua, Matan. Jika redaksinya masuk akal, kuat, tak bertentangan dengan fitrah manusia, dan antar hadis yang ada tak bertentangan, maka hadisnya juga lulus.

Di Bisnis Investasi Clara (BIC), jika menggunakan dua kaidah ini untuk mengetesnya, maka bisnis ini lemah. Ia akan gugur sendirinya. Tak dapat diterima dengan akal sehat. Ini bisnis kacau. Saya tak habis pikir, punya kemampuan apa si clara ini hingga orang bisa tertarik menginvestasikan dana jutaan tanpa perjanjian diatas kertas yang jelas. Oh, karena bunganya tinggi ya? Ah,masa iya sihhanya karena bunganya tinggi lantas orang tergiur? Yang pasti bisnis investasi ini telah merugikan banyak orang. Dan si dia, si pemilik bisnis ini telah ditangani oleh pihak berwajib. Kita tunggu saja kelanjutannya. Yang pasti, clara yang di Meksiko dengan di Bolmong sungguh jauh bedanya.

Penulis : Abdulrivai Mokoagow
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kab. Bolaang Mongondow