KOTAMOBAGU– Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotamobagu, mulai melakukan penanaman pohon jenis Mahoni disejumlah titik rawan di Kotamobagu.

Ini bertujuan, untuk meminimalisir terjadinya bencana tanah longsor. Ada Empat lokasi yang menjadi fokus DLH untuk dilakukan penanaman pohon ini.

“Mahoni kami tanam di Desa Moyag Induk, Desa Sia, Desa Tabang dan Kelurahan Tumobui. Nah, empat lokasi ini merupakan daerah paling rawan longsor apalagi di pinggiran sungai,” ungkap Kepala DLH, Nasrun Golalom, Selasa (06/10/2018).

Dikatakannya, ada 250 pohon Mahoni yang disiapkan dan ditanam di lokasi rawan longsor tersebut.

“Ada 250 pohon mahoni yang disediakan. Jadi kami lakukan survei terlebih dahulu dimana-mana titik yang akan ditanami pohon ini. Dan kami utamakan daerah yang rusak dan rawan rusak, karena itu untuk menjaga mata air, seperti di pinggiran sungai agar tidak longsor,” katanya

Nasrun menambahkan, daerah tersebut juga merupakan wilayah yang paling banyak volume air sungai.

“Kalau di daerah Moyag merupakan tempat air sehingga perlu ditanami pohon ini untuk mencegah terjadinya longsor,” ujarnya.

Selain untuk program penghijauan, pohon tersebut juga mempunyai kekuatan akar yang mampu menahan patahan tanah di pinggiran sungai. Dan pertumbuhannya hanya memerlukan waktu selama Tiga tahun.

“Dia hanya perlu waktu 3 tahun untuk tumbuh besar tergantung stuktur tanah. akarnya mampu menembus kedalam tanah sehingga dapat penahan patahan tanah di pinggiran sungai. Sedangkan pengadaan pohonnya kami dapat dari pihak ketiga, jadi mereka yang membeli bibit pohonnya,” pungkasnya