KOTAMOBAGU– Sudah lumrah bagi kebanyakan masyarakat Kotamobagu punya hobi menghabiskan waktu berjam-jam di kedai kopi. Tidak hanya untuk bersantai, segala macam urusan kerap diselesaikan sambil menyeruput secangkir kopi.

Kini, tidak hanya bersantai dan diskusi beragam permasalahan, ngopi di salah satu kedai kopi di Kotamobagu ini juga bisa membuat pengunjungnya menjadi cerdas.

Agra Coffee Social Bar Namanya. Kedai kopi ini terletak di Jalan DC Manoppo, Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur.

Kedai kopi milik salah satu barista ternama, Aria Wahastrana, yang baru dibuka sekitar 1 bulan ini mengusung konsep yang berbeda dengan kedai kopi lainnya di Kotamobagu.

Bekerja sama dengan Toko Buku Online, Mogagah Buku Indie, milik salah satu mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta, asal Kotamobagu, Agra Coffee Social Bar, menyediakan ratusan buku dengan berbagai judul untuk dibaca pengunjungnya.

Tak hanya itu, kehadiran Agra Coffee Social Bar ini, selain memberikan sajian kopi khas dan istimewa, juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan buku bacaan. Selain disediakan buku bacaan gratis, pengunjung maupun masyarakat bisa memesan buku di tempat ini dengan harga terjangkau.

“Konsep ini sudah lama, waktu di Black Cup Manado. Ada stand buat baca buku gratis. Kebetulan waktu itu kami kerja sama dengan pecandu buku di Manado,” kata Aria, saat diwawancarai Portal Mongondow, Senin (18/11/2018).

Konsep tersebut lanjut Aria, dituangkan di Agra Coffee Social Bar miliknya. Bahkan, jauh lebih besar.

“Kalau di sini lebih besar. Kalau di Manado waktu itu hanya dititip.Sedangkan di Kotamobagu, selain disediakan buku bacaan gratis, juga ada yang kami jual. Yang pasti harganya terjangkau dan banyak pilihan judul atau jenis buku,” ujarnya.

Dengan begitu, masyarakat pecandu atau pecinta buku di Kotamobagu tak harus repot-repot ke Manado untuk memenuhi kebutuhan buku bacaan.

“Saya dan Fahmi ngobrol dan dia bilang kalau gimana kalau kita buat konsep ini di Kotamobagu. Alasannya tadi, minat baca masih kurang. Apalagi di Kotamobagu tak ada toko buku seperti Gramedia di Manado,” katanya.

Ia pun berharap, dengan adanya kombinasi antara kopi dan buku, bisa memberikan warna tersendiri usaha kedai kopi di Kotamobagu.

“Di Agra Coffee Social Bar, kami sediakan ruang baca khusus bagi pengunjung. Nah, kalau lagi baca sambil ngopi pasti bawannya betah. Budaya membaca memang harus kita galakan di daerah ini,” pungkasnya.