KOTAMOBAGU– Menjalani bisnis kuliner memang harus memiliki ide dan inovasi yang tepat. Pasalnya, kuliner menjadi salah satu usaha yang mudah dilakoni. Oleh karenanya inovasi pada produk menjadi pembedanya.

Seperti yang dilakukan oleh Zhevanya Valencia. Ia mengaku jika usahanya berawal dari hobi yang sangat gemar makan Pudding.

”Awalnya emang seneng banget sama Puding, dari situ kepikiran kenapa enggak coba usaha aja dengan konsep dan cita rasa yang kekinian,” ujar Valencia.

Untuk menghasilkan Puding Sedot (PuDot) yang lembut dan tidak kaku, dirinya sebelumnya melakukan berbagai ujicoba dan tak jarang juga dalam percobaannya mengalami kegagalan. Namun berkat ketekunan menghasilkan sebuah cita rasa yang istimewa.

Produk Pudotnya memiliki berbagai varian rasa seperti coklat, stroberry, mangga, melon, anggur, alpukat, taro, serta bublegum dan di kemas dalam bentuk botol yang unik selain itu juga dalam kemasan plastik pouch.

Soal harga terbilang sangat terjangkau, untuk kemasan pouch ukuran 250ml dibandrol hanya dengan harga Rp5.000, sedangkan dalam bentuk kemasan botol yang unik dengan ukuran 600ml dibandrol dengan harga Rp10.000.

Dalam sehari, Valencia mampu membuat Pudot sebanyak 100 kemasan pouch dan 50 kemasan botol dan dalam waktu sehari pula Pudotnya ludes dibeli.

”jadi Pudot yang kami buat sekali jadi langsung kami antarkan kepada para customer. Tentu Pudot dari kami sangat dijamin kualitasnya dan higienisnya mulai dari sisi pembuatan, kemasan sampai pengiriman,” ungkap wanita yang pernah menjadi manager disalah satu restaurant ternama di Jakarta.

Sistem pemasaranya hanya memanfaatkan melalui jejaring sosial seperti facebook dengan akun Pudot Kotamobagu dan dapat dengan mudah dipesan melalui layanan Delivery Order yang sudah tertera nomor kontak yang tercantum di akun tersebut.

Dirinya memang sengaja tidak menitipkan di toko atau di tempat lainya, dikarenakan untuk menjaga kualitas produknya.

“Pembeli atau customer Pudot kami yang banyak, selain anak sekolah juga orang dewasa, seperti pegawai intansi atau kantoran, bahkan ibu rumah tangga juga banyak yang pesan,” tutur wanita yang berparas cantik.

Meski demikian, usaha pudot yang dijalaninya baru berjalan dalam waktu hitungan bulan. Namun sudah memiliki omset hingga puluhan juta rupiah. Dalam waktu dekat dirinya juga akan terus mengembangkan usahanya dengan membuka gerai khusus puding di Kotamobagu.