KOTAMOBAGU- Pemkot melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kotamobagu, menutup 84 ruko di Pasar 23 Maret, Kamis (22/11/2018).

Hal tersebut dilakukan, karena para pedagang yang menempati ruko, hampir setahun enggan membayar retribusi.

Saat proses penutupan dilakukan, salah satu pedagang mengamuk tak mau rukonya ditutup paksa.

Kepala Disperdagkop dan UKM, Herman Aray mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan penutupan ruko yang tak membayar retribusi.

“Kami melibatkan Pol PP dan Kepolisian untuk melakukan penutupan ruko. Mereka (pedagang) tak membayar retribusi. Bahkan, rata-rata sudah Sepuluh bulan tak bayar,” ungkap Kepala Disperdagkop dan UKM, Herman Aray.

Aray menjelaskan, pedagang masih bisa menempati ruko tersebut dengan catatan harus membayar retribusi senilai Rp108.000 per bulannya.

“Saya rasa sudah sangat murah untuk retribusinya. Mereka pun sudah menyepakati itu waktu memasukan permohonan menempati ruko,” kata Aray.

“Jadi jika tidak membayar hingga Senin depan, maka ruko yang ditutup bisa dipakai pedagang lain yang memasukan permohonan dengan aturan dan prosedur yang telah dibuat,” pungkasnya.