KOTAMOBAGU– Industri Kopi di wilayah Kota Kotamobagu semakin menjamur. Salah satunya Kopi Rindjing yang memiliki cita rasa yang nikmat serta aroma kopi yang harum.

Muhammad Agus Salim, pemilik Kopi Rindjing, mengungkapkan asal nama Kopi Rindjing terinspirasi dari petani kopi di daerah Boltim yang memetik biji kopi lalu di tempatkan dan diangkut dengan memakai Rindjing.

Rindjing merupakan kosa kata dari bahasa jawa yang artinya tempat atau wadah yang terbuat dari anyaman bambu.

Karena beberapa kali mengikuti pelatihan teknik pengolahan kopi, Agus pun mampu membuat alat roasting kipi sendiri yang hingga kini ia gunakan.

“Karena harga alat roasting kopi mahal, maka kita coba otak-atik untuk membuat alat sendiri untuk mengoreng kopi atau alat roasting kopi dan alhamdulilah jadi,” ujar Agus.

Dalam sehari dirinya mampu memproduksi kopi sampai 20 kilogram. Produk kopinya juga sudah banyak dipesan pelanggan dari berbagai daerah di Sulut hingga ke pulau Jawa.

“Selain di daerah Sulut, banyak pelanggan dari pulau Jawa yang memesan kopi ini. Alhamdulillah semoga produk lokal ini bisa lebih berkembang dan mampu nersaing dengan produk luar,” ujarnya.

Agus berharap, usaha Kopi Rindjing yang ia tekuni sejak Empat tahun lalu itu bisa didukung oleh pemerintah.

“Kopi Rindjing sangat banyak orang yang suka, tapi kami masih kendala dalam kemasan. Karena kalau kemasan baik maka juga dapat meningkatkan daya pembeli masyarakat. Kita pengin punya alat packing yang bagus agar produk kopi kami juga mampu kita pasarkan ke berbagai daerah,” ungkapnya.