KOTAMOBAGU– Pemkot Kotamobagu melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) menggelar Focus Group Discussion (FGD), dalam rangka penyusunan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kotamobagu 2018-2023, diruang rapat Bappelitbangda, Jumat (23/11/2018).

Sekertaris Daerah (Sekda) Kotamobagu Adnan Massinae dalam sambutannya mengatakan, penyusunan RPJMD Kotamobagu selalu terganjal dengan dinamika politik yang terjadi saat ini dimana sifatnya tidak tetap dan berubah-ubah serta tidak dapat diprediksi.

“Ada beberapa hal yang menjadi ganjalan kita dala menyusun RPJMD ini, yaitu dinamika politik yang selama ini terjadi, dimana selalu berubah ubah tidak menetu bahkan prediksinya susah.

Karena namanya Kabupaten/Kota itu secara administrasi ada otonomi baru, tapi secara kebijakan penyelenggaraan dan penganggaran kita cukup susah,” ujar Adnan.

Menurutnya berubahnya RPJMD juga disebabkan oleh beberapa pertimbangan, yaitu terjadinya pergantian pemerintahan yang baru sehingga Visi dan Misinya juga berubah. Belum lagi menghadapi Pemikihan Presiden dan Legislatif di 2019 mendatang.

“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi ketika ada perubahan dari pusat maka pastinya akan berubah lagi kondisi dan situasi di Daerah. Baik itu kebijakan Eksekutif maupun Pokok-pokok pikiran Dewan yang tidak termasuk dalam RPJMD,” jelasnya.

Sehingga itu, perlu adanya forum diskusi untuk memetahkan rencana pemerintah daerah kedepan yang lebih baik.

“Kalaupun RPJMD akan berubah, maka paling tidak hanya swdiki saja yang berubah. Sehingga sangat perlu adanya perencanaan ini agar kedepan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya