KOTAMOBAGU– Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, yang menewaskan ribuan warga beberapa waktu lalu, masih menyisahkan duka bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Masyarakat Indonesia bahkan sejumlah negara lainnya berbondong-bondong melakukan aksi kemanusiaan seperti penggalangan dana bantuan bagi para korban.

Seperti yang dilakukan oleh sejumlah personil band asal Kotamobagu, SoulFive Band dan Sahabat Town Kotamobagu.

Mereka menggelar konser amal bersama sejumlah komunitas lainnya di Kotamobagu, untuk mengumpulkan donasi bagi korban.

Bahkan, setelah mengumpulkan dana dari hasil konser amal, beberapa korban yang mengungsi di Kotamobagu, langsung diberikan bantuan.

Iren Rosalina, 15, warga Desa Karanjalemba, Kecamatan, Birobuli Selatan, Kabupaten Palu selatan, korban gempa Palu yang mengungsi di Kotamobagu mengaku senang karena mendapat bantuan langsung.

Ia mengatakan, karena bencana gempa yang menghancurkan rumahnya, dirinya terpaksa putus sekolah dan mengungsi di Kotamobagu bersama keluarganya.

“Terimah kasih banyak sudah memberikan saya bantuan. Saya bisa kembali sekolah. Saya bersyukur juga karena diterima di salah satu SMA di Kotamobagu,” kata Iren usai menerima bantuan di Coffee Town Kotamobagu, Rabu (17/10/2018).

Selain Iren, sejumlah keluarga korban gempa Palu yang mengungsi di Kotamobagu juga turut mendapatkan bantuan.

“Alhamdulillah hasil kemarin pada Konser Amal, sebagain kami belikan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Juga beberapa korban kami berikan bantuan dari donasi masyarakat Kotamobagu,” ujar Owner Coffee Town, Syarif Abarang.

“Sementara bantuan lainnya seperti uang dan beberapa barang yang didonasikan masyarakat saat Konset Amal, akan kami antarkan langsung ke Palu pada pekan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Leader dan juga personil SoulFive, Jeffri, berharap dengan bantuan tersebut akan dapat meringankan beban para korban.

“Banyak korban yang masih usia sekolah, harus putus sekolah karena bencana ini. Sehingga itu, kami berupaya agar mereka khususnya yang mengungsi di Kotamobagu akan dapat bersekolah, seperti anak-anak lainnya demi masa depan mereka kelak,” ujarnya.