KOTAMOBAGU– Beberapa hari terakhir, kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kotamobagu, mendadak ramai.

Puluhan emak-emak di Kotamobagu mendatangi kantor tersebut untuk mencari Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan, BPKD Kotamobagu, Guntur Niu.

“Kami datang membawa kwitansi pembelian keperluan sekolah anak-anak yang mendapatkan bantuan beasiswa Anak Asuh Pemkot,” ungkap Dilpa Mokodompit, salah satu warga asal Desa Poyowa Besar I, Selasa (09/10/2018).

Memasukan kwitansi anak asuh ke Pemkot menurutnya sangat penting. Itu dilakukan agar tahun depan anaknya bisa kembali menerima beasiswa.

“Kwitansi atau nota pembelian memang wajib diserahkan. Jika tidak, tahun depan tidak akan menerima lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubag Perencanaan BPKD Kota Kotamobagu Guntur Niu menerangkan, batas pemasukkan kwitansi pembelian Program Bantuan Beasiswa Anak Asuh Pemkot sampai tanggal 20 Oktober.

“Jika nanti diserahkan lewat tanggal 20 Oktober, tidak akan kami terima. Dan otomatis, tidak akan masuk pada 2019 nanti,” terang Guntur.