KOTAMOBAGU – Pelaksanaan vaksinasi Campak (Measles) Rubella (MR) tinggal dua pekan. Di Kotamobagu sendiri, realisasi target Imunisasi MR hingga pertengahan September 2018 baru menyentuh angka 52 persen.

Data diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu, sesuai data dari Pusat Data Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, untuk Kotamobagu, total target imunisasi MR yang diberikan berjumlah 30.532 anak.

“Untuk Kotamobagu target kita 30.532 anak. Sampai hari ini data belum semua masuk dan belum divalidasi. Tapi capaian hingga tanggal 15 September 2018, yang terealisasi 52,70 persen atau 16.091 anak,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kotamobagu, Apek Daeng Mangati.

Dirinya menjelaskan, masih rendahnya realisasi vaksin MR di Kotamobagu karena terkendala dari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) beberapa waktu lalu, yang mengatakan bahwa vaksin MR mengandung unsur haram.

Kemudian dijelaskan kembali oleh MUI bahwa dalam keadaan darurat syariah itu mubah atau boleh dilakukan sebagai ikhtiar mencegah penyakit yang membahayakan bagi anak-anak kita.

“Tapi memang waktunya singkat karena ada penolakan dari sebagian sekolah,” jelasnya.

Diterangkannya, berbagai pertemuan sudah dilakukan dengan terus melakukan pendekatan dan penjadwalan kembali hingga akhir bulan.

“Yang menolak bukan hanya sekolah tapi ada sebagian anggota keluarga yang bersangkutan,” terangnya.

Sementara itu, ditanya apakah dalam sisa waktu dua pekan ini Dinkes dapat mencapai target, ia mengaku masih terus berupaya hingga akhir September.

“Kita upayakan sisa waktu ini, kalau mencapai target mungkin tidak bisa. Tapi bukan berarti kita berhenti untuk melindungi anak-anak kita dari MR. Tetap program ini berkelanjutan dalam program selanjutnya. Maksud target minimal 95% di akhir september adalah untuk memperoleh kekebalan kelompok secara serentak sehingga virus tidak ada tempat untuk berkembang biak,” ujarnya