kelayakan rastra
Kabag Ekonomi Pemkot Kotamobagu, Alfian Hasan

KOTAMOBAGU– Sekira 275 pangkalan elpiji di Kotamobagu terus mendapat pengawasan dari Pemkot Kota Kotamobagu. Pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penampungan yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga elpiji bersubsidi 3 kg.

Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Alfian Hassan mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan dengan menurunkan sejumlah petugas di lapangan untuk melakukan pengecekan penyaluran elpiji di tiap pangkalan.

“Kami ada petugas di lapangan untuk pengawasan itu, sehingga semuanya selalu terawasi. Namun, kalau ada laporan dari masyarakat terkait penyaluran elpiji atau harganya di atas rata-rata, maka kami langsung tindaki,” kata Alfian.

Sememtara itu, Kasubag Perekonomian dan SDA Novalia S Jaman menambahkan, dari 275 pangkalan di Kotamobagu, terdapat dua agen yang menyalurkan elpiji ke pangkalan tersebut.

“Diantaranya PT Gemilang dengan menyuplai tabung ke 189 pangkalan, dan PT Mangimbali Abadi dengan jumlah 86 pangkalan,” ujarnya.

Lanjut dia, setiap pangkalan akan disuplai sesuai ketentuan agen. Yang pasti kata Novalia, kuota yang disalurkan ke setiap pangkalan sudah memenuhi kebutuhan masyarakat Kotamobagu.

“Kalau PT Gemilang itu per hari bisa menyalurkan sebanyak 4.480 tabung per hari ke 189 pangkalan itu. Nah, kalau PT Mangimbali Abadi itu ada sebanyak  2.240 tabung ke 86 pangkalan,” terangnya.

Jadi menurutnya, jika ada kelangkaan elpiji bersubsidi bisa saja lambat dari agen atau pertamina, karena proses pengisiannya memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, dia menegaskan jika ada penampungan maka pangkalan akan diberikan sanksi berupa pencabutan izin.

“Kami monitoring jika ada laporan dari masyarakat,” tutupnya.