KOTAMOBAGU– Aksi demo ratusan siswa SMA Negeri 1 Kotamobagu, Kamis (30/8/2018), yang meminta Kepala Sekolah, Nursiati Pobela diberhentikan karena diduga tidak transparan terkait pengelolaan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS), membuahkan hasil.

Dilansir dari laman Bolmora.com, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda), telah mencopot Nursiati Pobela dari jabatan kepala sekolah dan menunjuk Pelaksana harian (Plh) untuk mengisi jabatan kepala sekolah, sambil menunggu pejabat definitif dilantik dalam waktu dekat.

“Mulai tanggal 3 September pekan depan, SMA Negeri 1 Kotamobagu dipimpin Plh. Namun, kami juga belum mengetahui siapa yang ditunjuk oleh Kepala Disdikda Sulut,” ungkap Kasie Dikdas Kurikulum UPTD Disdikda Pemprov Sulut, wilayah Kotamobagu-Boltim, Doni Mokodongan.

Setelah aksi demo kemarin kata dia, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Disdikda Sulut terkait polemik tersebut agar proses belajar mengajar tidak terganggu.

“Sudah tiga hari siswa mogok belajar dan kami sudah melaporkan tuntutan-tuntutan siswa saat demo kemarin,” terang Doni.

Lanjutnya, pengawas Didikda Sulut langsung ke SMA Negeri 1 Kotamobagu untuk mengumpulkan data penyebab hingga siswa melakukan aksi demo hingga mogok belajar.

“Pengawas juga turun ke SMA Negeri 1 Kotamobagu, tapi kita belum mengetahui hasil dari inspeksi. Saat ini kami berada di Manado menemui kepala Disdikda Sulut,” tutupnya.