KOTAMOBAGU– Di Kotamobagu, usaha depot air minum isi ulang semakin menjamur. Ini dipengaruhi kebutuhan masyarakat akan air bersih untuk dikonsumsi tanpa harus memanaskan air terus meningkat.

Namun, tidak sedikit usaha air minum isi ulang ini bermanfaat bagi manusia. Untuk dikonsumsi, air harus benar-benar terjamin kualitasnya agar tidak menyebabkan timbulnya penyakit.

Dilansir dari laman Antara News, banyak kasus depot air isi ulang yang menjadi sarang nyamuk berkembang biak. Banyak jentik nyamuk hidup di dalam tabung penampung air.

Disebutkan, hal ini dikarenakan proses penyaringan, sterilisasi melalui ultraviolet atau ozonisasi tida dilakukan secara rutin.

“Bisa ada kemungkinan jika ada nyamuk yang berkembang biak di dalam tabung air. Sehingga itu, perlu adanya pemeliharaan secara rutin,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Devi CH Lala, Senin (20/8/2018).

Analisanya kata Devi, sistem sterilisasi pada depot air minum sedang bermasalah, ultraviolet dan ozonisasi sedang rusak atau ada gangguan.

“Solusinya, rutin diperiksa dengan teliti ultraviolet dan atau proses ozonisasi pada depot. Kemungkinan ruangan pengisian dan tutup galon kurang terjaga kebersihannya,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinkes Kotamobagu rutin melakukan oengawasan di tiap depot pengisian air minum.

“Makanya harus bersertifikasi. Karena itu sudah melalui pemeriksaan yang uji kelayakan. Kami setiap bulannya rutin melakukan pengawasan. Baik kualitasnya hingga proses penyaringan air dengan menggnakan peralatan yang sudah sesuai standar,” ujarnya.

Ia menyebut, di Kotamobagu ada sekitar 90 depot air minum isi ulang. Sementara yang bersertifikat hanya sekitar 60an saja.

“Harus mengurus sertifikat higienis. Kami.akan keluarkan rekomendasi dan langsung diurus di KPTSP. Jika ada apa-apa di depot itu, maka ada lintas koordinasi untuk melakukan langkah penindakan,” ujarnya.

“Kami mengimbau agar pemilik usaha ini harus benar-benar menjaga kualitas air minum,” tutupnya.