KOTAMOBAGU- Warung kopi Jarod, menjadi salah satu tempat nongkrong paling populer di Kotamobagu. Kedai kopi pertama di Kotamobagu ini sudah berdiri sejak tahun 2012 silam.

Sama halnya dengan kedai kopi lainnya yang banyak dijumpai di Kotamobagu. Warkop Jarod menyajikan racikan kopi lokal yang khas dan sangat digemari oleh kalangan masyarakat.

Sempat berpindah lokasi dari Kelurahan Sinindian ke Kelurahan Matali, Kotamobagu Timur, Wakop Jarod tak sekadar kedai kopi biasa.

Meski desain bangunan dan dekorasi terlihat sederhana, namun di tempat ini, banyak sejumlah pejabat mulai dari walikota, bupati, anggota DPRD, DPR RI, DPD RI, Kapolres hingga pejabat pemerintahan dan swasta sering berkunjung untuk menikmati kopi sambil diskusi.

“Saya sering ke Warkop Jarod untuk minum kopi racikan Alm, Aba Udin. Warkop pertama di Kotamobagu itu, sangat beda dengan kedai kopi lainnya. Kopinya khas,” ujar Djelantik Mokodompit, mantan Walikota Kotamobagu.

Selain itu, Warkop Jarod juga menjadi pilihan sejumlah masyarakat untuk berdiskusi dan bahkan bisa dengan mudah mendapatkan informasi berita di Bolmong Raya.

Mengapa tidak, tempat ini sejak didirikan sudah menjadi markas para Jurnalis untuk berkumpul.

“Jika ngopi di Jarod, kita sangat mudah mendapat informasi terkini karena banyak kawan-kawan waratawan bikin beritanya di warkop ini. Selain itu, lokasi ini sangat cocok untuk diskusi, baik dengan para pemuda maupun masyarakat. Kopinya sangat enak, dan mengunggah selera. Jika saya berada di Kotamobagu, saya pasti sempatkan untuk ke Warkop Jarod,” ujar Wakil Ketua Komite I, DPD RI, Benny Rhamdani.

Hal senada juga dikatakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara dan Nayodo Kurniawan. Keduanya sering mengunjungi warkop Jarod untuk bersiskusi.

“Saya sering ke Jarod juga. Tempatnya asyik. Pernah saya dan rekan-rekan wartawan dan sejumlah masyarakat berdiskusi sampil nikmati kopinya yang sangat enak karena kopi yang digunakan adalah kopi lokal khas Kotamobagu,” kata Wali Kota, Tatong Bara.

“Ini adalah potensi daerah. Perputaran ekonomi akan sangat baik jika kedai kopi seperti ini terus dikembangkan,” tambahnya.

“Nah, kalau saya ke Jarod, pasti saya lamgsung diajak main catur sambil ngopi. Jika ke Jarod, pasti siapapun akan bisa cepat dapat informasi karena disitu tempatnya para wartawan berkumpul,” tambah Wakil Wali Kota, Nayodo Kurniawan.

Minum kopi di Warkop Jarod bisa menghemat kantong. Harga yang terjangkau dan kualitas kopi terbaik, menjadikan tempat ini mendapat pelanggan tetap.

Warkop Jarod dibuka sejak pagi hari hingga malam hari. Kaula muda hingga para pegiat seni pun, memilih Warkop Jarod sebagau tempat nongkrong dan diskusi.

“Alhamdulillah, meski pelanggan di sini tidak begitu banyak, namun dengan adanya para wartawan dan kawan-kawan seniman, omset yang didapat sangat lumayan,” ujar Owner Warkop Jarod, Virgiawan Mandar.

Selain kopi, Warkop Jarod juga menyajikan makanan khas daerah, seperti mie ojo, nasi kuning, hingga bakwan jagung.

“Menunya tidak mewah-mewah amat. Kami lebih menonjolkan sajian kopi yang khas dan istimewa saja,” kata dia.

Meski persiangan kedai kopi di Kotamobagu sangat pesat, namun Warkop Jarod tidak kehilangan pelanggannya.

“Banyak kedai kopi bahkan ada yang pakai live musik, dan dekorasinya sangat kekinian. Tapi, saya mempertahankan ciri khas Jarod seperti pertama kali dibangun oleh Alm, Ayah saya,” ujarnya.

Dengan adanya kedai kopi ini, banyak petani kopi terbantukan. Bahkan, produk kopi lokal dipromosikan hingga ke tingkat Nasional dan Internasional.

“Kopi kita sangat terkenal akan ciri khasnya. Kadang saat ada lomba barista dan pelatihan, kopi Kotamobagu menjadi salah satu kopi yang berpengaruh dan diminati para pecinta kopi,” katanya.

“Semoga dengan menjamurnya kedai kopi, petani kita sudah tidak kesulitan lagi memasarkan produk kopinya. Sebab, kedai kopi di Kotamobagu yang akan membantu memasarkan produk itu,” pungkasnya.