KOTAMOBAGU– Kehadian banyak cafe di Kota Kotamobagu rupanya menjadi angin segar bagi para seniman. Sebab, ada sejumlah cafe yang menyiapkan live music di hari atau waktu-waktu tertentu.

Hal itu dimanfaatkan para seniman sebagai sarana untuk menyalurkan bakat sekaligus memanfaatkan peluang untuk mendatangkan pundi-pundi uang dari para pemilik cafe.

“Alhamdulillah, kehadiran cafe-cafe yang menyiapkan live music menjadi panggung tersendiri bagi kami para seniman di daerah ini. Dengan begitu, kami bisa menyalurkan bakat sekaligus menghibur para pengunjung cafe,” kata Fikri, Drummer Soulfive Band yang juga salah satu anggota Ikatan Seniman Totabuan (Ikasto).

Ia mengakui, dirinya bersama rekan seniman lainnya yang tergabung dalam Ikasto selalu tampil di sejumlah cafe.

“Biasanya setiap malam kamis dan malam minggu ada job untuk tampil. Setelah itu biasanya kita diberi uang oleh pemilik cafe. Alhamdulillah, meskipun nilainya kecil tapi sudah lumayan. Ini adalah hobi yang dibayar,” sebutnya, sembari tersenyum.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Agung Adati, mengungkapkan pihaknya terus mendorong para seniman di Tanah Totabuan khususnya di Kota Kotamobagu untuk terus mengembangkan diri.

“Kehadiran cafe-cafe ini adalah sebuah peluang yang harus dimanfaatkan. Terus kembangkan potensi yang ada,” ungkap Agung.

Pembinan Ikasto itu juga mendorong para seniman untuk berani berkreasi dengan menonjolkan budaya mongondow ketika tampil pada satu event atau ketika mendapat job di cafe atau tempat hiburan lainnya.

“Misalnya, ketika bernyanyi bisa membawakan lagu mongondow,” sebutnya.