KOTAMOBAGU– Profesi menjadi seorang perawat di rumah sakit memang memiliki tantangan yang besar. Pelayanan kesehatan harus maksimal karena menyangkut nyawa manusia. Disisi lain, tak sedikit perawat yang terjangkit penyakit dari pasien yang dirawatnya.

Dengan begitu, kesejahteraan perawat harus benar-benar diperhatikan oleh setiap pemerintah daerah.

Di RSUD Kotamobagu, pihak pemerintah terus berupaya untuk memberikan kesejahteraan bagi perawatnya. Meski demikian, ada beberapa indikator yang harus dilakukan agar keuangan daerah stabil.

“Kesejahteraan itu nomor Satu. Kotamobagu saat ini terus mendorong pelayanan di berbagai sektor termasuk kesehatan. Saya berupaya dan terus mendorong agar RSUD Kotamobagu akan berstatus Badan Layanan Umum (BLU),” ujar Wali Kota, Tatong Bara, Kamis (09/7/2018).

Lanjut Wali Kota, kinerja adalah kunci utama dari pencapaian itu. Dengan berstatus BLU, nantinya profit anggaran akan bisa mensejahterakan setiap tenaga medis.

“Mari kita dorong agar senantiasa bekerja secara maksimal. Juga kita dorong RSUD menjadi BLU, disitu ada pelayanan yang kemudian bisa memaksimalkan kesejahteraan. Harus ada intervensi yang besar baru bisa mendatangkan profit,” ujarnya.

Lebih lanjut Wali Kota mengatakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga merupakan indikator penting yang harus dicapai dan dimaksimalkan demi kesejahteraan tenaga medis.

“Kalau PAD kita tidak naik, maka kesejahteraan kita mau naik bagaimana?Oleh sebab itu, semuanya harus konsen untuk bagaimana PAD kita harus maksimal dan naik,” katanya.

“Jika PAD, naik tentu Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia, itu ada kesejahteraan. Nah, dengan demikian kesejahteraan harus dijamin dengan kemampuan keuangan daerah,” tambahnya.

Wali Kota berjanji, akan terus berupaya mensejahterakan setiap pegawai danntenaga kontrak di semua instansi daerah.

“Itu menjadi tugas saya dan mari kita sama-sama dorong kinerja kita agar keuangan daerah akan mampu dimaksimalkan bagi kesejahteraan,” tutup Wali Kota.