Pendemo saat orasi di kantor Gubernur, Kamis (12/7/2018).

MANADO – Warga Kecamatan Sangtombolang dan Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow dan Ormas adat Laskar Merah Putih (LPM) Sulut, berunjuk rasa di halaman kantor Gubernur Sulawesi Utara, menolak adanya perusahaan kelapa sawit di Bolmong, Kamis (12/7/2018).

Ratusan warga yang berprofesi sebagai petani kebun ini menuntut agar Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, tidak mengeluarkan ijin kepada perusahaan untuk beroperasi di lahan milik negara yang ada di Bolmong.

“Kami tidak menolak investasi yang masuk ke Bolmong tapi kami menolak investasi yang merugikan warga,” ujar Panglima LPM, Indra Wongkar.

Para pedemo juga menuntut aparat kepolisian menindaklanjuti proses hukum terhadap PT Karunia Kasih Indah yang telah merusak aset negara dengan melakukan penebangan dan menjual pohon kelapa sebanyak 27 ribu pohon dan 5 ribu pohon kapuk.

Aksi demo diterima oleh Kepala Dinas Perkebunan Sulut Refly Ngatung dan Kepala Satpol PP Evans Liow, mewakili Gubernur.

“Kita punya aturan main sehingga kalau berbicara soal itu, semua pihak harus terlibat,” kata Refly Ngatung kepada pendemo.

Meski begitu kata Refly, gubernur telah berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini. Ia mengungkapkan, sejak tahun 2016, gubernur telah menginstruksikan untuk menginventarisir HGU yang ijinnya sudah lewat.

“Yang tak bertuan otomatis menjadi milik pemerintah. Sudah diinventarisir dan dilaporkan. Sementara berproses,” ujarnya.

Para pedemo juga memberikan surat pernyataan kepada Refly untuk diserahkan kepada gubernur. Dirinya berjanji, tuntutan para pedemo akan disampaikan kepada gubernur.

“Jangan takut. Pak gubernur selalu memperhatikan kesejahteraan rakyatnya,” pungkasnya.

Anggota Polresta Manado dan Satpol PP Sulut menjaga ketat selama aksi berlangsung.

Usai berunjuk rasa, pedemo langsung membubarkan diri setelah melakukan doa bersama.

Penulis : Pratama Yudistira