KOTAMOBAGU– Mengusung program Smart City, Kotamobagu menjadi salah satu daerah yang melaksanakan pelayanan publik berbasis teknologi terbaik di wilayah Indonesia Timur.

Dengan begitu, setiap pelayanan prima baik di sektor infrastruktur, pendidikan hingga kesehatan di Kotamobagu terus dimaksimalkan.

Untuk mencapai hal itu, tak hanya ketersediaan sarana penunjang teknologi yang disiapkan, namun Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga tenaga kontrak harus mampu menguasai Information Technology (IT) untuk memaksimalkan pelayanan.

“Semua yang bekerja di bawah payung hukum Pemerintah Daeraha Kotamobagu wajib mengetahui tentang Information technology, sebab kita sudah masuk daerah Smart City,” kata Walikota Tatong Bara, Selasa (17/7/2018).

Untuk itu lanjut Walikota, akan dibentuk sistim evaluasi terhadap perangkat sampai tenaga kontrak untuk bisa mempercepat kemampuan pengelolaan teknologi.

“Evaluasi ini dilakukan, sebab rencananya mulai Januari 2019 perangkat dan tenaga kontrak, gajinya akan diterima tiap bulan. Dan Insha Allah tahun depan gaji akan kita naikan,” ujar Walikota.

Lanjutnya, instansi pelayan publik, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Perkim, Dinas Sosial dan Dinas Satpol PP harus berbasis teknologi.

“Teknologi ini harus mampu digunakan masyarakat semudah mungkin. Oleh sebab itu honorarium saya evaluasi. Begitu juga staf harus ada peningkatan kapasaitas mengenai IT, tenaga kontrak dan perangkat juga akan dievaluasi, karena ini perintah Negara untuk berbasis teknologi,” pungkasnya.