KOTAMOBAGU– Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kotamobagu, sudah mulai menerapkan program Full Day School, lima hari sekolah atau 8 jam belajar dalam sehari.

Kepala SMPN 1 Kotamobagu, Hendra Mokoagow, S.Pd, mengatakan wacana Presiden Joko Widodo dalam menerapkan sistem belajar 8 jam dalam sehari itu sudah mendapat persetujuan dari semua orang tua siswa.

“Sudah mulai diterapkan hari ini. Alhamdulilla sistem Ful Day School ini diterima oleh siswa maupun orang tua siswa,” ujar Hendra, Selasa (31/7/2018).

Pihaknya lanjut Hendra, sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotamobagu.

“Sudah menyurat pemberitahuan tentang teknis pelaksanaan ful day school ini. Kemudian juga sudah dikoordinasikan dengan kepala dinas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Ful Day School hanya bagi sekolah yang ingin menerapkannya. Hal itu bukan menjadi suatu kewajiban setiap sekolah untuk melaksanakan program tersebut.

“Tergantung sekolah. Jika ingin menerapkan program ini, maka tidak malsalah, begutu juga sebaliknya. Namun kita sesuaikan juga dengan kondisi siswa dan sekolah,” ujarnya.

Ditambahkan, program Ful Day School di SMP Negeri 1 Kotamobagu, baru memasuki tahap uji coba. Jika hal tersebut maksimal dalam peningkatan mutu pendidikan, maka akan terus berkelanjutan.

“Semoga tidak ada kendala. Untuk jadwal dalam ful day school, siswa masuk pukul 07.15 dan keluar pada pukul 15.00 wita. Mereka akan diberikan dua kali waktu istirahat,” katanya.

“Waktu 8 jam belajar itu hanya pada hari Senin hingga Kamis. Hari Jumat waktu belajar tetap seperti sebelumnya, yakni hanya sampai pukul 11.00 wita. Jadi, siswa akan dapat libur dua hari, dan bisa dimanfaatkan untuk belajar di rumah dan bisa untuk waktu berkumpul bersama keluarga,” pungkasnya.