KOTAMOBAGU РJofan Asi, (10), siswa kelas 6, warga Kelurahan Mogolaing, Kotamobagu Barat, diduga dianiaya oleh gurunya sendiri, NS alias Nang, di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Mogolaing, Kamis (26/7/2018) sekira pukul 12.00 wita.

Menurut penuturan orang tua Jofan, kulit anaknya tergelupas hingga memar karena diduga dicubit dan dipukul.

“Kulit anak saya terkelupas dan dibagian pipi memar karena ditampar. Bahkan kemarin sempat berdarah,” ujar Irawati Amain, Ibu Jofan, saat diwawancarai awak media di rumahnya, Jumat (27/7/2018).

Ia mengaku kecewa dengan perlakuan oknum guru tersebut. Ia berharap, kejadian itu tak menimpa anaknya lagi dan siswa lainnya.

“Saya kaget karena anak saya pulang dengan kodisi seperti itu. Padahal, anak SD itu harus dibina dan dijaga dengan baik karena masih anak-anak. Bukan dilakukan seperti itu,” pungkasnya.

“Saya ke Sekolah dan Kepala Sekolahnya mengaku akan menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.

Sementara, oknum guru yang diduga melakukan kekerasan tersebut saat ditemui mengakui tindakannya.

“Benar saya menampar sebanyak dua kali, memukul bagian tangan dan mencubit. Karena kemarin saat pelajaran Agama, anak itu saya dengar membantah seorang guru lain. Sehingga hal itu saya lakukan,” ujarnya.

Lanjutnya, perlakuan itu bukan disengaja melainkan terjadi secara spontan.

“Saya mengaku salah,” katanya.

Kepala Sekolah, SDN 1 Mogolaing, Hikmah Mongilong, mengatakan permohonan maaf kepada orang tua siswa tersebut.

“Saya memohon maaf jika ada tindakan guru-guru yang sudah berlebihan dalam mendidik siswa. Saya sudah sering katakan agar mendidik siswa harus sabar dan menjaga sikap karena siswa adalah anak yang harus kita lindungi,” ujarnya.

“Keluarga mereka sempat memanas, tapi saya sudah berjanji akan selesaikan masalah ini dengan guru yang melakukan itu,” pungkasnya.