KOTAMOBAGU– Komunitas Mongopi Kotamobagu yang terdiri dari sejumlah anak muda pimilik beberapa kedai kopi hingga para pecinta kopi, berkolaborasi menggelar aksi “Ngopi Suka-suka, Bayar Suka-suka” di tepi ruas jalan DC Manoppo, Kelurahan Pobundayan, Minggu (08/7/2018).

Aksi ini sebagai bentuk mengenalkan kopi dengan cita rasa tinggi kepada warga Kotamobagu tetapi dengan bayaran sesukanya.

Bahkan warga bisa mencicipi kopi yang diracik dengan berbagai teknik tersebut secara gratis.

“Ini gelaran kedua yang kami buat, setelah minggu lalu diminati warga. Kami sengaja menggelarnya pada hari Minggu, biar lebih rame aja,” ujar Gally Mokoagow, salah satu Barista komunitas ini.

Menurut dia, “Ngopi Suka-suka, Bayar Suka-Suka” mencoba menawarkan minuman kopi dengan cita rasa yang tidak kalah dari kopi dengan brand luar negeri yang ditawarkan kafe-kafe ternama.

“Kalau di sana harus membayar dengan harga yang mahal, tetapi di sini, bisa bayar sesukanya, bahkan gratis pun jadi,” jelas Mahasiswa Jogjakarta asal Kotamobagu ini.

Selain Bijimera Coffee & Roastery, kedai kopi yang ikut berpartisipasi adalah Chotaffein Coffee Shop, Interaksi Coffee, Red Corner dan Warkop Jarod.

Sehari-hari mereka memang buka kedai kopi, tetapi setiap Minggu sore mereka berkolaborasi menggelar kegiatan tersebut di sejumlah tempat di Kotamobagu.

“Kami menawarkan kopi berbagai jenis dan paling utama menganggkat kopi lokal. Kopi yang kami tawarkan namanya singel origin atau kopi sehat,” ujarnya

“Selain itu, tujuan kami adalah bagaimana mengangkat kembali potensi kopi lokal kita yang berkualitas dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional,” tambahnya.

Warga yang melintas pun tertarik dengan aksi ini dan banyak yang mencoba mampir dan mencicipinya.

“Saya tidak percaya kalau mereka benar-benar menyajikan kopi seenak ini tetapi dengan bayaran sesukanya. Kalau di kedai kopi ternama, harga satu mangkuk ini sudah puluhan ribu, disini saya bisa dapatkan secara gratis,” ujar Iswahyudi Masloman, warga Desa Tabang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kotamobagu, Agung Adati, mengapresiasi kegiatan komunitas ini.

“Luarbiasa dan sangat patut diapresiasi. Saya berharap kegiataj seperti ini akan terus dilakukan sebab selain positif, anak-anak muda kita ini punya gagasan yang mulia untuk memajukan daerah khususnya produksi kopi lokal kita,” ujarnya.