pemilihan uyo-nanu kotamobagu
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotamobagu, Bambang Irawan Ginoga

KOTAMOBAGU– Upaya pemerintah dalam meningkatkan minat baca masyarakat terus dilakukan. Buku bacaan yang beragam disediakan untuk memenuhi kebutuhan baca bagi kalangan masyarakat di Kotamobagu.

Meski demikian, ketersediaan buku bacaan yang lebih dikhususkan bagi kalangan pelajar, tidak sesuai harapan. Alasannya, banyak pelajar lebih memilih sistem teknologi melalui smartphone untuk memenuhi kebutuhan belajar mereka.

“Pelajar saat ini lebih memilih membaca lewat smartphone dibandingkan buku. Padahal, pemerintah selalu mensosialisasikan ketersediaan bahan bacaan di perpustakaan daerah maupun di tiap desa dan kelurahan,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan, Bambang Ginoga, Rabu (04/7/2018).

Meski demikian kata Bambang, kalangan masyarakat seperti petani dan pelaku usaha justru lebih mendominasi tingkat minat baca di Kotamobagu.

“Nah, kalau petani dan pelaku usaha, mereka justru lebih aktif dalam membaca buku. Sebab, kebutuhan mereka akan tatacara bertani, cocok tanam dan sejenisnya hingga pelaku usaha yang ingin mengetahui cara pegolahan dan produksi hasil olahannya sangat butuh akan buku pedoman tersebut,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, pihaknya akan menyesuaikan kebutuhan baca masyarakat untuk meningkatkan minat baca di Kotamobagu.

“Kami akan mengusulkan penambahan buku. Namun akan lebih banyak buku-buku pedoman yang dibutuhkan para petani, peternak hingga pelaku usaha,” ujarnya.

“Harapan kami, minat baca kita akan selalu meningkat. Sebab program mencerdaskan kehidupan bangsa salah satunya dengan mengajak masyarakat untuk giat membaca,” tambahnya.