KOTAMOBAGU – Penyelesaian pembangunan Masjid Agung Baitul Makmur (MABM) menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) di era kepemimpinan Walikota Tatong Bara. Terbukti, realisasi proses pengerjaan bangunan masjid termegah di Sulawesi Utara itu sudah mencapai 80 persen.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan, Sofian Hatam, mengungkapkan pihak ketiga pelaksana proyek tersebut saat ini sedang memacu target pekerjaan agar bisa selesai tepat waktu sebelum berakhir masa kontrak pada 23 Agustus mendatang.

“Sekarang sedang berlangsung pekerjaan pemasangan marmer, pengecatan bagian dalam dan kaligrafi. Progresnya sudah 80 persen. Tiap hari kita awasi, agar pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan perencanaan dan selesai tepat waktu,” ungkapnya, Rabu (25/7/2018).

Baca : Pembangunan Masjid Agung Baitul Makmur Hampir Rampung

Lanjutnya, pihaknya berencana memperpanjang kontrak kerja PT LBI sebagai pihak ketiga pelaksana proyek tersebut, menyusul adanya penambahan anggaran Rp250 juta dari sisa hasil tender (SHT) sebesar Rp14,7 miliar yang akan digunakan untuk pemasangan pagar keliling berbahan stainless.

“Karena ada penambahan anggaran, maka waktu pengerjaanya juga bertambah. Nantinya akan ada adendum kontrak. Tapi ini baru rencana,” ujarnya.

Dijelaskannya, penambahan waktu pengerjaan tersebut direncanakan selama 45 hari. Masa waktu itu sesuai permintaan pihak ketiga dengan pertimbangan panjangnya waktu pemesanan bahan yang akan digunakan.

“Bahannya akan dipesan di Surabaya. Waktu pengirimannya sampai ke sini sekitar dua minggu, kemudian pemasangannya sekitar 30 hari. Jadi mereka minta waktu 45 hari. Kita sudah komunikasikan dengan mereka (pihak ketiga), dan mereka siap,” jelasnya.

Ditambahkannya, setelah semua target pekerjaan tahun ini selesai, pihaknya akan kembali mengalokasikan anggaran sekira Rp9 miliar untuk pembangunan landscape dan basement tahun 2019 mendatang.

“Harapan kita bersama pembangunannya berjalan lancar agar cepat selesai dan bisa segera difungsikan,” tutupnya.