KOTAMOBAGU– Selain sebagai daerah yang beriklim tropis, Kotamobagu juga termasuk wilayah yang memiliki tanah subur. Ini sangat efisien dimanfaatkan untuk pengembangan sektor pertanian hingga perkebunan.

Tak hanya tanaman dari dalam negeri yang bisa hidup dan berkembang di wilayah ini. Tanaman yang berasal dari luar negeri pun akan cocok dengan kondisi iklim dan tanah yang dimiliki Kotamobagu.

Salah satunya buncis Kenya dan labu Brazil.
Kedua jenis sayuran ini, sudah mulai dilakukan uji coba oleh sejumlah petani Kotamobagu untuk ditanam dan kembangkan.

“Tanaman ini hanya bisa hidup di daerah tropis seperti daerah asalnya. Kalau di Kotamobagu, tanaman ini akan bisa hidup bahkan berbuah bagus jika perawatannya rutin dan maksimal,” ujar Darwis Ibrahim, petani buncis Kenya, Selasa (03/7/2018).

Lahan seluas satu hektare di Kelurahan Genggulang, Kotamobagu Utara, dimanfaatkan petani sebagai uji coba tanaman ini.

Darwis mengaku, keuntungan menanam buncis Kenya berbeda dengan lokal. Buncis Kenya memikiki tekstur lembut, dan tak perlu menggunakan penyangga.

“Buncis ini cepat panen dan juga masa panen lebih lama. Cara tanaman buncis kenya seperti jagung, bibit diletakan di lubang yang sudah dipersiapkan. Masa panen rata-rata satu bulan setengah,” ujarnya

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Muljadi Suratenodjo mengatakan, siap membantu petani dalam melakukan pengembangan terutama tanaman baru seperti buncis Kenya.

“Kami sudah menurunkan tim khusus, untuk melakukan pembinaan terhadap petani dalam membudidayakan tanaman buncis Kenya dan Labu Brasil,” ujar Muljadi.

Ia menambahkan, ada 13 varitas tanaman yang dikembangkan kelompok petani di Kelurahan Genggulang ini.

“Bibit dua tanaman ini dibawa dari Kabupaten Bandung Barat. Selain itu ada beberapa tanaman yang akan dikembangkan oleh petani di lahan tersebut,” ujarnya