KOTAMOBAGU- Hampir 5 tahun menjabat, Wali Kota Tatong Bara sukses membawa banyak perubahan baik infrastruktur, kesehatan hingga pendidikan. Selain itu, kesejahteraan masyarakat kurang mampu juga menjadi perhatian serius Walikota perempuan ini.

Program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) misalnya. Sebanyak 435 unit rumah warga kurang mampu di Kotamobagu, kini menjadi rumah yang nyaman untuk dihuni.

Kesuksesan ini atas kemampuan Tatong Bara menempatkan anggaran berdasarkan kebutuhan serta penempatan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai ujung tombak berjalannya program peningkatan kesejateraan.

Kepala Bidang Sosial, Roi Paputungan mengatakan, berdasakan data Dinas Sosial (Dinsos) sebanyak 435 unit RTLH dibangun dengan anggaran Rp8 Miliar.

“Saat ini syarat bagi warga menerima program bantuan RTLH tidak lagi seperti tahun tahun kemarin. Jika tahun kemarin mereka yang mendapatkan adalah rumah dengan dinding terbuat dari bambu, lantai masih tanah, bahkan tidak ada kamar mandi. Untuk beberapa tahun terakhir ini kriteria seperti di Kotamobagu sudah sulit di temukan, kalaupun ada bukan berdiri di atas tanah sendiri,” ungkap Roi, Selasa (26/6/2018)

Sehingga menurut Roi pihaknya menaikan syarat penerimaan program RTLH yaitu minimal memiliki tanah pribadi, dan rumah dari kayu.

“Ini berkat komitmen Wali Kota yang terus menganggarkan dana untuk rehab RTLH. Untuk saat ini dinding bangunan sudah mengggunakan terbuat kayu atau papan. Begitupun lantai juga yang sudah mengggnakam semen bahkan pakai keramik,” tuturnya.

Selain menyiapkan program RTLH ini Wali Kota Tatong Bara, telah menyiapkan program pemberdayaan ekonomi kreatif

“Ada juga program Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Baik yang didanai APBD ataupun APBN. Sampai tahun 2017 jumlah KUBE di Kotamobagu mencapai 331. Jumlah terdiri dari berbagai macam sektor ekonomi diantaranya usah pembuatan kue basah, perbengkelan, dan catering,” tutupnya.

Penulis : Reza Ramadhan