Foto : Kemlu RI

NASIONAL – Keputusan Amerika Serikat (AS) keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) disikapi Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.

Dalam pernyataan resminya di laman Kementerian Luar Negeri, Rabu (20/6/2018), Retno Marsudi menyayangkan sikap AS itu.

“Dewan HAM merupakan kerjasama multilateralisme dan komitmen masyarakat internasional untuk menegakan dan memajukan perlindungan HAM,” ujar Retno mengingatkan.

Retno mengatakan, Dewan HAM menjadi harapan bagi masyarakat lemah diseluruh dunia untuk mendapatkan perhatian untuk perlindungan dari pelanggaran HAM.

Baca : Raih 144 Suara, Indonesia Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

Disisi lain kata Retno, Indonesia menyadari kerja Dewan HAM belum sempurna namun proses reformasi seperti yang dibutuhkan beberapa badan PBB seperti Dewan Keamanan dan Majelis Umum justru membutuhkan komitmen politis dan semangat kerjasama termasuk memperkuat kinerja Dewan HAM.

“Indonesia dan negara lain akan terus berkontribusi dan bekerja sama untuk menegakan dan memajukan perlindungan HAM sesuai mandat Dewan HAM,” tegasnya.

Diberitakan di laman resmi Sekretariat kabinet, keputusan AS keluar dari Dewan HAM PBB disampaikan oleh Dubes AS untuk PBB Nikki Haley, Selasa (19/6/2018).

Menurut Haley, keluarnya AS karena upaya untuk melakukan reformasi di tubuh Dewan HAM tidak berhasil. Salah satunya dengan mengeluarkan negara pelaku pelanggaran HAM dari anggota Dewan HAM.

Sikap AS ini juga disayangkan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

“Arsitek HAM PBB berperan penting dalam mempromosikan dan melindungi HAM di seluruh penjuru dunia,” kata Guterres.

Penulis : Rahmat Putra