Surat pengaduan terhadap Hajar Laiya diperlihatkan salah satu korban.

HUKUM  – Kepala Desa Duminanga,Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Hajar Laiya, membantah telah melakukan sodomi terhadap dua warganya, AP dan MDD.

Dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (26/6/2018) malam, Hajar mengatakan bahwa laporan AP dan MDD punya motif karena kepentingan politik.

“Bukan warga tapi lawan politik. Mereka lawan politik yang mencoba menggagalkan pelantikan saya,” kata Hajar.

Ia menjelaskan, isu yang mengatakan bahwa dirinya seorang homo telah dihembuskan 3 bulan sebelum dilaksanakannya pemilihan kepala desa.

“Berbagai cara mereka lakukan. Kami telah memiliki bukti orang-orang yang telah melakukan pencemaran ini,” ujarnya.

Baca Juga : Warga Duminanga Laporkan Oknum Kades Soal Dugaan Tindakan Asusila

Ia mengaku, akan melaporkan orang-orang yang telah mencemarkan nama baiknya.

“Sebenarnya saya masih fokus untuk pelantikan nanti, namun karena sudah dilaporkan ke Polres, maka kami juga akan balik melaporkan ke Polsek besok (hari ini, Rabu, 27 Juni 2018),” tegasnya.

Meski begitu, ia menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh warganya.

“Silakan buat mereka, yang jelas saya tidak melakukan sodomi. Bagaimana mungkin dikatakan homo, sedangkan saat ini saya telah memiliki tiga orang anak,” pungkasnya.

Terinformasi, Hajar Laiya adalah Kades incumbent yang terpilih kembali pada Pilkades 7 Juni 2018 lalu.

Sebelumnya, Kasie Humas Polres Bolmong, AKP Syaiful Tammu membenarkan laporan warga Desa Duminanga atas nama AP dan MDD ke Mapolres Bolmong.

“Laporan tersebut benar telah kami terima, bahkan para korban sudah kami lakukan visum dokter terkait dugaan sodomi yang dilakukan oleh oknum kepala desa di salah satu desa di kabupaten bolaang mongondow selatan,” ujar Syaiful.

Menurut Syaiful, polisi masih akan mengembangkan kasus ini, termasuk memeriksa terlapor.

“Akan kami tindaki, dan memanggil oknum kades tersebut,” tegasnya.

Penulis : Pratama Yudistira