Veky dan ternaknya.

KOTAMOBAGU– Di Kelurahan Tumobui, Kecamatan Kotamobagu Timur, banyak warga menggantungkan hidup dengan beternak. Meski hanya memiliki luas wilayah sangat kecil di Kotamobagu, Kelurahan Tumubui mampu meningkatkan ekonomi masyarakatnya dengan hasil beternak babi.

Seperti salah satu warga, Viky Rondonuwu, (44). Dengan beternak babi sejak tahun 2009 lalu, dirinya mampu membangun rumah mewah dan bisa menyekolahkan anaknya hingga kuliah.

Om Veky sapaan akrabnya saat diwawancarai Portal Mongondow mengungkapkan, setiap panen babi, dirinya mampu meraup penghasilan hingga puluhan juta rupiah dalam sebulan.

“Puji Tuhan, dengan beternak babi saya mampu bangun rumah dan anak saya pertama bisa kuliah dan yang bungsu sekarang sudah SMA. Setiap panen babi, biasanya per ekor bisa terjual dengan harga Rp5 juta rupiah. Sedangkan jika panen hingga 10 ekor, maka yang saya dapat bisa puluhan juta,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sistem penjualan hewan ternak miliknya menggunakan timbangan. Berat babi per kilonya bisa mencapai 130 kilogram dan dibanderol mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta per ekornya.

“Tidak menentu, tapi biasanya jika sudah siap panen, berat babi per ekor bisa mencapai 130 kilogram. Sementara penjualannya sesuai berat babi yakni setiap kilo dijual Rp35 ribu,” jelasnya.

“Nah, jika sudah musim panen, biasanya 3 hingga 4 bulan sekali dan sekali panen bisa sampai 15 ekor. Kebanyakan warga dari Minahasa yang datang membeli. Aplagi jika saat perayaan Natal, Tahun Baru dan pengucapan, penjualan bisa sangat banyak,” tambahnya menjelaskan.

Meski demikian lanjut Om Veky, kendala dalam beternak babi yakni kurangnya pasokan pakan ternak hingga terbatasnya bantuan bibit dari pemerintah.

“Yang menjadi kendala yakni pakannya. Karena babi harus diberikan makanan yang sesuai agar kualitas dagingnya juga akan sangat baik,” katanya.

Ia berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan bagi peternak babi di Kelurahan Tumubui.

“Babi jika sudah berumur tiga bulan, sudah harus diberikan makanan seperti pelet. Sedangkan kalau sudah memasuki usia dewasa hingga siap panen, makanannya sudah ditambah seperti jagung dan konsentrat,” katanya.

“Kami masyarakat peternak termasuk saya berharap, agar bisa mendapat bantuan dari pemerintah minimal pakan ternak atau biaya untuk membeli bibit. Apalagi setiap babi yang baru lahir harus diberi vaksin, nah itu yang paling penting agar babi tidak mati,” harapnya.

Penulis : Reza Ramadhan