Ilustrasi

KOTAMOBAGU – Kerap terjadinya kebakaran di wilayah Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, yang menyebabkan kerugian cukup besar bagi korban kebakaran, antara lain disebabkan masih kurangnya pengetahuan mengenai pencegahan bahaya kebakaran itu sendiri.

Banyaknya harta benda yang tidak terselamatkan disebabkan banyak hal. Seperti, terlambatnya informasi yang masuk kepada petugas Damkar, jauhnya sumber air serta sulitnya akses masuk ke TKP.

Dengan kondisi seperti ini oleh Pemerintah Kota Kotamobagu, dengan melakukan upaya untuk memberdayakan kemampuan masyarakatnya dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran.

“Kami melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat sebagai upaya untuk mencegah atau meminimalisir kebakaran. Karena musibah seperti ini bisa terjadi kapan dan kepada siapa saja,” ungkap Kadis Satpol PP Dolly Zulhadji, Jumat 2 Januari 2018.

Pada sosialisasi ini kata Dolly, masyarakat dikenalkan berbagai macam alat pemadam kebakaran juga cara penggunaannya.

“Harapan kami seringnya dilakukan sosialisasi seperti ini, agar masyarakat bisa lebih tanggap dan cepat dalam menghadapi situasi kebakaran,” pungkas Dolly.

Erwin Sugeha saat sosialisasi disalah satu desa.

Senada dengan Dolly, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Sarana dan Prasarana, Dinas Satpol PP Kota Kotamobagu, Erwin Sugeha menambahkan, bahwa kegiatan ini lebih kepada pengenalan alat serta kondisi kejiwaan dalam menghadapi situasi.  

“Disini kami memberikan pelatihan secara langsung bagaimana menggunakan alat pemadam ringan atau Apar serta cara perawatannya. Termasuk dengan menggunakan alat tradisional seperti karung basah. Intinya kita juga harus tenang dan jangan panik menghadapinya,” kata Erwin.

Ia menerangkan bahwa, masih banyak masyarakat yang mengalami peristiwa kebakaran karena ketidaktahuan yang menyebabkan terjadinya kebakaran, semisal kebocoran tabung gas.

“Contohnya ketika terjadi kebocoran tabung gas, keadaan lampu sedang padam kemudian tiba-tiba dinyalakan, hal itu dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar pria yang kerap terjun langsung mengatasi kebakaran ini.

Selanjutnya Erwin meminta partisipasi pemerintah kelurahan dan desa serta masyarakatnya untuk berperan aktif dalam mengatasi peristiwa kebakaran yang tidak pernah diketahui kapan terjadi itu.

“Ada baiknya pemerintah setempat menyediakan tempat penampungan air agar nantinya mobil pemadam dekat untuk melakukan pengisian kembali. Juga akses masuk ke lokasi kebakaran sebaiknya di-clear-kan agar bantuan yang datang tidak mengalami kendala pada saat masuk,” imbuhnya.

Sejak desember 2017 sampai dengan januari 2018, Dinas Satpol PP telah melaksanakan sosialisasi di 5 desa yakni, Desa Bilalang II, Desa Moyag Induk dan Moyag Todulan, Poyowa Besar II serta Desa Tabang, bahkan kegiatan yang sama pernah dlaksanakan di Bolaang Mongondow Selatan

“Kita akan laksanakan diwilayah lainnya di kota kotamobagu pada waktu mendatang,” pungkasnya.

Lihat Video Warga Mengatasi Api dari Tabung Gas