Musly saat melapor ke Mapolres Bolmong.

HUKUM – Putusan sidang Pengadilan Negeri Kotamobagu yang membebaskan terdakwa AG dan FS atas dakwaan tandatangan palsu untuk dukungan calon independen pada Pilkada Kotamobagu 2018, nampaknya akan membuka kasus baru.

Ketua Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Kotamobagu Musly Mokoginta, melaporkan salah satu saksi pada persidangan karena telah mencatut namanya saat memberikan kesaksian.

“Salinan putusan yang saya terima, saksi SDM menyatakan pada persidangan bahwa pada tanggal 8 Februari 2018 dia menemui saya dirumah untuk membahas penahanan tersangka,” ungkap Musly.

Baca Juga :

Musly membeberkan salinan putusan yang melibatkan namanya, sementara ia merasa tidak pernah bertemu saksi untuk membahas masalah tersebut.   

 “Terlapor kerumahnya ketua Panwaslu, yaitu bapak Uci (panggilan akrab Musly). Setelah bertemu dengan bapak Uci, saksi minta tolong bahwa ipar saksi sudah ditahan, tetapi bapak Uci mengatakan tidak tahu. Menurutnya, saksi hanya bertetangga dengan rumah terdakwa, tapi menyatakan tidak kenal. Bahwa ketua Panwaslu mengatakan kasih tahu pada terdakwa apa yang ditanya hakim jawab yang benar, dan saksi tanya lagi mau jatuh putusan berapa pada terdakwa, dan saya katakan nanti akan menghubungi ibu Tatong Bara setelah terdakwa sudah ditahan 7 hari,” ujarnya mengutip salinan.

Keberatan dengan perbuatan saksi, Rabu (14/2/2018), ia mendatangi Mapolres Bolaang Mongondow untuk melaporkan SDM.

 “Laporan ketua Panwaslu sudah kami terima, dan akan kita tindaklanjuti,” ucap Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP Hanny Lukas singkat.