Ilustrasi

BOLSEL – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan sangat mendukung dunia pendidikan diwilayahnya, termasuk dengan memberikan beasiswa kepada putra-putri di daerah ini. Namun beasiswa yang diberikan hanya kepada yang benar-benar serius melaksanakan studinya.

Pemda juga memiliki kewenangan untuk mencabut hak penerima beasiswa yang terindikasi tidak fokus lagi dalam menyelesaikan studinya sebagaimana yang ditegaskan oleh Plh Sekretaris Daerah Bolmong Selatan Marzansius Arvan Ohy.

“Contohnya berpolitik praktis. Penerima beasiswa tidak akan fokus pada studinya bila dalam waktu bersamaan menjadi anggota atau pengurus partai,” kata Arvan Ohy..

Pemerintah tentunya berharap, penerima beasiswa tetap fokus dan tidak terpengaruh dengan aktivitas-aktivitas yang tidak ada kaitannya dengan pengembangan atau penunjang studi.

“Ini berbeda jika yang diikuti adalah kegiatan atau organisasi di dalam sekolah atau kampus. Terkadang yang ikut kegiatan diluar kampus bisa lama menyelesaikan kuliahnya,” ujarnya mencontohkan.

Arvan yang juga Kepala Bagian Keuangan Daerah ini menambahkan, pihak instansi teknis pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, akan meneliti setiap penerima atau permohonan beasiswa yang diajukan.

“Syarat penerima beasiswa yakni berprestasi dan tidak mampu berdasarkan keterangan instansi teknis penyalur dan dari pemerintah desa setempat di mana penerima beasiswa berdomisili. Penerima beasiswa yang telah didata oleh instnasi teknis, langsung tertata dalam APBD secara detil, nama dan alamat penerima beasiswa. Jadi tidak bisa dirubah-rubah lagi,” jelasnya.

Status penerima beasiswa sewaktu-waktu bisa dicabut bantuannya atau ditolak permohonannya jika tidak mengindahkan anjuran atau aturan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

“Meski sudah tertata dalam APBD, penerima bisa dicabut status beasiswanya. Pemerintah hanya mengongkosi pelajar atau mahasiswa yang fokus pada studi,” tegasnya.