Istimewa

HUKUM – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan BST yang berprofesi sebagai dokter dan FY seorang pengacara, karena dengan sengaja sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan penyidikan perkara KTP Elektronik dengan tersangka Setya Novanto, penyidik KPK melakukan upaya hukum penahanan terhadap kedua tersangka.

FY ditahan selama 20 hari di Rutan Negara Kelas I Jakarta Timur, sedangkan BST sejak Jumat 12 Januari 2018 di tahan di Rutan Negara Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur.

Baca Juga : Masyarakat Diminta Mengecek Rekam Jejak Cakada

KPK dalam siaran pers menyatakan, BST selaku dokter bersama-sama dengan FY selaku pengacara, diduga dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan paket penerapan KTP Elektronik Tahun 2011 s.d 2012 pada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dengan tersangka Setya Novanto.

Atas perbuatannya, FY dan BST disangkakan melanggar Pasal 21 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.