Alat percetakan digital sedang dioperasikan tenaga ahli.

BOLSEL – Dalam penggunaan Dana Desa sebagaimana yang diharapkan pemerintah, peruntukannya mampu mengembangkan sumber daya yang ada, terutama sumber daya manusia disuatu desa. Hal ini cukup dipahami oleh pemerintah dan masyarakat di Desa Soguo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Pada Anggaran Pendapatan Belanja Desa, penggunaan Dandes dimaksimalkan melalui Badan Usaha Milik Desa oleh pemerintah dan masyarakat di desa setempat.  

Gedung BUMDes Soguo

Ditahun 2018 ini, BUMDes Soguo membuka 3 jenis usaha yakni, percetakan digital, depot air isi ulang dan percetakan batako. Dengan anggaran Dandes sebesar Rp789 juta, pemerintah desa mengharapkan usaha-usaha ini mampu memberdayakan SDM lokal sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di desa tersebut.

“Usaha ini merupakan usulan dari masyarakat untuk dikembangkan melalui BUMDes,” ujar Sekretaris Desa Soguo, Erwin Gobel, Jumat, 12 Januari 2018.

Depot air isi ulang

Erwin juga merinci jumlah anggaran yang digunakan untuk pembelian alat-alat tersebut. Seperti percetakan digital dibeli dengan harga Rp262 juta sudah termasuk pajak, alat cadangan, bahan-bahan serta ongkos untuk mendatangkan mesin tersebut. Sementara mesin cetak batako dan depot masing-masing berjumlah Rp99 juta dan Rp64 juta.

“Totalnya ditambah biaya opersional dan honor tim pengelola kegiatan mencapai Rp505.836.900. Sedangkan pembangunan gedung penunjang usaha mencapai Rp264.596.100, sisa dana Rp18.750.000 dibelikan mesin pemotong padi untuk para petani,” terangnya.

Alat cetak Batako dengan bangunan pendukungnya.

Sementara Ketua BUMDes Soguo, Mohammad Fajri, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan pemerintah desa untuk mengelola sejumlah usaha tersebut kepada pihaknya.

Fajri menjelaskan, saat ini para pekerja masih diberikan pelatihan oleh tenaga ahli yang didatangkan langsung dari pulau Jawa.

“Kami meyakini usaha ini dapat menjadi sumber pendapatan bagi desa. Tentunya dengan mengharapkan dukungan dari semua pihak dalam mengembangkan usaha-usaha ini,” pungkas Fajri.