KOTAMOBAGU – Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Kotamobagu bersama Kementerian Dalam Negeri RI serta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, melaksanakan workshop aktualisasi penguatan sistem inovasi daerah (SIDa) melalui pengembangan produk unggulan daerah, Senin (4/11).

Bertempat di Ruang Rapat Bappelitbangda, workshop menghadirkan narasumber yaitu, DR, Herie Saksono, Peneliti Bidang Kepakaran Bisnis Dan Manajemen Badan Penelitian Dan Pengembangan Kemendagri RI dan Fitria Yuliasmara, SP dari Pusat Penelitian Kopi Dan Kakao Indonesia.

Menurut Kepala Bappelitbangda Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, SH yang membuka kegiatan ini. Tujuan dilaksanakannya workshop sebagai upaya dukungan visi dan misi pemerintah daerah.

“Kota Kotamobagu pada tahun 2017 dicanangkan sebagai tahun investasi, sehingga perlunya menciptakan iklim kondusif untuk dapat menarik investor agar mau berinvestasi didaerah ini,” kata Sofyan dalam sambutannya saat membuka workshop.

Sofyan menjelaskan, perlunya pengetahuan dalam mendayagunakan potensi produk unggulan secara efisien sehingga dapat menghasilkan ekonomi berkualitas secara berkelanjutan.

 “Inovasi dibutuhkan untuk mengembangkan daya saing ekonomi produk unggulan. Untuk itu perlu kebijakan berdasarkan asas keberlanjutan,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Penelitian Dan Pengembangan Fenty Dilasandi Mifta, SP menambahkan, saat ini di Kota Kotamobagu, kopi oganik merupakan produk unggulan yang terus dikembangkan.

Workshop dilaksanakan untuk bisa menyerap informasi sebanyak mungkin untuk  mencapai tujuan sebagaimana yang dijelaskan kepala badan. Makanya pemateri yang kami hadirkan merupakan para ahli terutama pada tanaman kopi,”ucap Fenty usai kegiatan hari pertama.

Workshop dilaksanakan selama 3 hari, yang dimulai pada hari senin (4/12) dan berakhir Rabu (6/12). Turut hadir pada pembukaan, Asisten II Setda Kota Kotamobagu Drs. Gunawan Damopolii, SKPD, Camat dan Lurah serta Kepala Desa se-Kota Kotamobagu, pihak Perbankan, Pelaku Usaha, Mahasiswa, Siswa SPMA, UKM serta Petani Kopi.