Bocah Cristian mendapat simpati ASN Bolmong

KOTAMOBAGU – Cristian Pondaag, bocah malang yang didiagnosa menderita hydrocephalus oleh dokter, akhirnya bisa tertangani secara medis. Setelah 7 tahun di rawat seadanya oleh keluarga di rumah mereka di kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Saat ini, bocah berusia 7 tahun tersebut sedang dalam penanganan medis di RSUD Kotamobagu sejak Jumat, 8 Desember 2017. Cristian ditempatkan di ruang anak RSUD dengan kondisi memprihatinkan.

Hanny Pondaag dan Stela Komalig, ayah dan ibu Cristian, tak mampu berbuat banyak dalam mengobati cristian. Kondisi keuangan keluarga yang memaksa orang tuanya hanya mampu merawat anak kedua mereka itu di rumah seadanya.

“Sebagai orang tua sebenarnya tak tega melihat kondisi anaknya yang terus melemah dan kian hari kepalanya terus membesar, namun karena keterbatasan biaya, cristian sebelumnya terpaksa kami rawat di rumah apa adanya,” ucap Hanny lirih.

Rumah Sakit

Harapan keluarga Cristian untuk mendapat bantuan dari pihak manapun direspon dengan baik oleh Pemerintah Kota Kotamobagu. Melalui RSUD, Cristian diberikan perawatan secara Cuma-Cuma. Walaupun gratis, penangan terhadap Cristian tetap sebagaimana standar operasional prosedur yang digunakan di RSUD ini.

“Kondisi kedua orang tuanya masuk katagori kurang mampu dan pihak rumah sakit memberikan pembebasan biaya pengobatan. Untuk melakukan operasi kepada cristian, kami melihat perkembangan pasien. Sebab untuk melakukan operasi, akan melibatkan tim ahli,” kata Humas RSUD Kotamobagu, Gunawan Ijom.

Hydrocephalus (Hidrosefalus)

Bersumber dari wikipedia, Hidrosefalus berarti kepala-air, istilah yang berasal dari bahasa yunani : “hydro” yang berarti air dan “cephalus” yang berarti kepala; sehingga kondisi ini sering dikenal dengan “kepala air“) adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal) atau akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang subdural. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital.

Selengkapnya : Tentang Hydrocephalus