Rabiul Awwal adalah bulan dimana jutaan Muslim disejumlah negara merayakan peringatan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.

Di beberapa negara, Maulid atau Milad Nabi Muhammad SAW dirayakan dengan melakukan parade di jalan-jalan. Rumah, jalan, masjid, dan bangunan dihiasi dengan bendera warna-warni dan panji-panji dan malam harinya diterangi lampu-lampu.

Maulid adalah hari libur umum di negara-negara Islam di dunia termasuk Indonesia. Sekolah-sekolah, toko dan organisasi ditutup sehari atau setengah hari. Sistem angkutan umum biasanya beroperasi dengan jadwal rutin mereka.

Perayaan Maulid Nabi di beberapa negara, Indonesia juga diundang dan berkesempatan hadir untuk mengikuti perayaannya.

Berikut berbagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diberbagai negara.

Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan Australia

Komunitas Muslim di negara-negara ini dalam memperingati Maulid Nabi banyak diisi dengan mengenang kembali kisah perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam membesarkan agama Islam. Anak-anak membacakan puisi tentang peristiwa yang terjadi pada kehidupan Nabi SAW dan para orang tua menjadi pendengarnya.

Pakistan dan India

Di Islamabad, Pakistan, ketika pagi tiba, 31 kali meriam ditembakkan sedangkan di ibukota-ibukota provinsi sebanyak 21 kali sebagai pertanda penghormatan atas peringatan maulid Nabi SAW.

Sedangkan di India terkenal dengan perayaan maulid paling meriah di antara negara-negara non muslim. Pada 11 dan 12 Rabiul Awwal, bioskop-bioskop di India memutar film-film religius. Diberbagai bagian negara seperti India, Jammu dan Kashmir, relikui atau barang-barang peninggalan Nabi Muhammad di pamer usai masyarakat muslim melaksanakan ibadah subuh.

Rusia

Dinegara ini, umat muslim terus berupaya keras untuk mendakwahkan ajaran agama Islam. Salah satu sarana untuk dakwah Islam adalah dengan menggelar festival acara peringatan maulid Nabi. Festival tersebut dipandang sebagai ajang yang unik sekaligus efektif untuk menebarkan syiar Islam, khususnya kepada kalangan Non-Muslim Rusia. Maulidan juga dapat menjadi ajang pengerat silaturahim antar komunitas Muslim di Rusia.

Pada  festival Maulid Nabi biasanya diisi dengan pembacaan ayat al-Qur’an, pendendangan kasidah pujian Nabi Muhammad, peluncuran dan pengenalan beberapa kitab-kitab keislaman yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia, sekaligus pegenalan beberapa organisasi Islam yang ada di seluruh Rusia.

Jika dilihat-lihat, sejatiya radisi perayaan Maulid Nabi yang digelar di Rusia dan beberapa negara Mulim lainnya sangat mirip dengan perayaan Maulid Nabi pada masyarakat Muslim Indonesia.

Mesir 

Festival film, festival lagu dan berbagai festival duniawi mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Tetapi festival zikir dan baca sholawat barangkali hanya bisa ditemukan dalam peringatan Maulid Nabi yang diadakan di Mesir.

 Jika Anda datang ke lokasi peringatan Maulid Nabi yang diadakan setiap 12 Rabiul Awwal, akan terlihat berbagai aliran tarekat dengan pakaian khas dan spanduk identitas masing-masing berkumpul di sana.

Sambil meliuk-liuk penuh semangat para pengikut tarekat mengikuti imam masing-masing mendengarkan pujian untuk kekasih tercinta, Nabi Muhammad saw. Irama dan gaya liukan dalam zikir masing-masing aliran tarekat tidak sama. Begitu jugaan bacaan zikir dan sholawat mereka beragam, tapi intinya sama, yaitu mengagungkan Tuhan, memuji dan mengingat sejarah Nabi Muhammad SAW.

Di antara aliran tarekat ada pula yang menampilkan gerakan akrobatik, seperti debus di Indonesia. Mereka meliuk-liukkan pedang kayu sambil berjalan di atas leher para anggota. Bahkan di daerah Zagazig konon ada atraksi yang lebih menarik, yaitu menusukkan pedang ke pipi dan mencabutnya kembali tanpa ada luka sedikitpun.

Mauritania (Afrika)

Dalam peringatan Maulid Nabi di Mauritania, berbondong-bondong warga Afrika memeluk Islam. 40 ribu lebih, mulai dari raja sampai seorang menteri.

Misalnya, pada  2009 lalu, yang bertepatan dengan 13 Rabiul Awwal 1430 H, World Islamic Calls Society menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di ibukota Mauritania, Nouakchott. Bukan hanya seremonial peringatan Maulid Nabi, tapi pertemuan yang digagas oleh Moammar Qaddafi ini adalah usaha untuk membentuk poros baru kekuatan dunia Islam.

Peringatan Maulid Nabi dalam skala besar seperti ini, sudah dilakukan oleh WICS sekurang-kurangnya empat kali. Tahun 2008, acara yang sama digelar di ibukota Uganda, Kampala. Sebelumnya lagi, Timbuktu merayakan Maulid Nabi secara besar-besaran.

Dalam kesempatan ini, WICS mengundang 23 utusan dari Indonesia yang mewakili Ormas-ormas Islam seperti, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, Persis, Raabithah, Dewan Dakwah Islamiyyah, Alwasliyah, Al-Ittihadiyah,Al-Irsyad Al Islamiyyah, MUI, Dewan Masjid Indonesia dan juga Lembaga Persahabatan Indonesia-Libya.

Delegasi terdiri dari utusan negara-negara seperti Pakistan, Bangladesh, Afghanistan, Srilanka, India, Singapura, Filipina, Thailand, Kamboja, Indonesia, Uzbekistan, Ukraina, Tajikistan, Rusia. Inggris, Spanyol, Prancis, Jerman, Swis, Italia, Albania, Kosovo, Malta, Swedia, Belanda, dan juga beberapa tokoh Islam dari Amerika Serikat.

Sementara dari Afrika sendiri, tokoh-tokoh Islam yang berpartisipasi datang dari Burkinapaso, Mali, Nigeria, Ghana, Gambia, Guinea, Gabon, Kongo, Burundi, Rwanda, Kenya, Mozambique, Madagaskar, Afrika Selatan, Malawi, Zimbabwe, Namibia, Botswana, Zambia, Swaziland, Chad, Republik Afrika Tengah, Kamerun, Tanzania, Komoro, Benin, Uganda, Mesir, Aljazair, Maroko, Tunisia, Sudan, Somalia sampai Djibouti.

Brunei Darussalam

Kerajaan Brunei yang berdasarkan pemerintahannya Islam diraja mempunyai satu tradisi yang sudah menjadi tradisi turun temurun yang diadakan sejak zaman dulu kala sejak pemerintahan Sultan yang pertama yaitu selalu memeriahkan Maulid Nabi dengan berbagai kegiataan keagamaan.

Dan puncak dari acara menyambut Maulid Nabi yaitu dengan mengadakan acara “Perarakan Agung ” yang di pimpin langsung oleh Sultan Brunei Darussalam dan dihadiri oleh Keluarga kerajaan serta diikuti oleh semua elemen masyarakat.

Perarakan ini menyulusuri seluruh Kota Bandar Seri Begawan sejauh 4.3 Kilometer dan perjalanannya langsung di pimpin oleh Sultan dan ikuti oleh berisan lapisan masyarakat sambil tetap melaungkan sholawat dan Salam kepada Junjungan Kaum Muslimin semua yaitu Nabi Muhammad SAW. 

Turki

Turki negeri yang pernah menjadi pusat pemerintahan Islam, khilafah yang kemudian diubah menjadi negeri sekuler, sesudah terjadinya kudeta yang dilancarkan oleh seorang opsir militer yaitu Kemal At-Taturk, yang kemudian menjadikan Turki sebagi sebuah republik sekuler.

Sekarang sesudah perubahan politik, dan Partai AKP yang dipimpin oleh Erdogan, Islam mulai menampakkan kembali cahayanya di Turki. Salah satunya saat sekarang, berlangsung peringatan maulud Nabi di seluruh negeri Turki. Tujuan mendidik masyarakat, agar rakyat mencintai Nabi Shallahu alaihi wassalam.

Peringatan maulud Nabi  di Turki merupakan pendidikan bagi masyarakat, agar mereka menjadikan Nabi Shallahu alaihi wassalam sebagai suri tauladan satu-satunya. Para ulama Turki bekerja sama dengan pemimpin setempat menyelenggarakan peringatan maulud Nabi, dan mengarahkan masyarakat meneladani Nabi Shallahu alaihi wassalam.

Selama beberapa hari berlangsung merayakan hari besar Islam, perayaan peringatan hari kelahiran Nabi itu, benar-benar menjadi ajang syiar dan dakwah, yang tujuannya menghidupkan kembali ghirah masyarakat kembali kepada Islam, dan mencintai serta meneledani Nabi Muhammad Shallahu alaihi wasslama.

Arab Saudi abad ke-10 Masehi

Prosesi peringatan maulid Nabi SAW di kota Makkah secara meriah yang terekam dengan baik dalam sebuah buku yang berjudul Messenger of Allah: Ash-Shofa` of Al-Qadhi ‘Iyadh yang ditulis oleh Aisyah Binti Abdurrahman Bewley dan dijadikan refrensi oleh Syekh Muhammad Hisyam Kabbani untuk bukunya yang berjudul Maulid dan Ziarah ke Makam Nabi terjadi pada abad ke-10 Masehi.

Di dalam buku tersebut dikatakan bahwa ada tiga catatan saksi mata terpercaya, yaitu sejarawan Ibnu Huhayrah, Ibnu Hajar Al-Haytsami dan An-Nahrawali yang menyatakan bahwa setiap tahun pada tanggal 12 Rabiul Awal, setelah shalat isya, empat qadhi kota Makkah yang mewakili keempat madzhab Sunni dan sekelompok besar masyarakat yang meliputi para fuqaha dan tokoh kota Makkah, para syekh, para guru dan murid Alwiyah, para pemimpin dan orang-orang yang terpelajar semua meninggalkan masjid dan berangkat bersama-sama untuk berkunjung ke tempat kelahiran Nabi Saw., sambil membaca dzikir dan tahlil (laa ilaaha Illallaah).

Rumah-rumah di sepanjang jalur perjalanan diterangi dengan lampu-lampu dan lilin-lilin besar. Sebagian besar orang berhamburan. Mereka mengenakan pakaian spesial dan membawa anak-anak bersama mereka. Setelah tiba di tempat kelahiran, sebuah khutbah disampaikan khusus memperingati kelahiran Nabi saw. yang menguraikan berbagai keajaiban yang terjadi pada hari peristiwa tersebut.

Setelah itu, do`a dibacakan untuk khalifah, amir kota Makkah dan qadhi Syafi`i dan semuanya berdo`a dengan kerendahan hati. Sesaat sebelum shalat Isya dilaksanakan, semua orang kembali dari tempat kelahiran Rasulullah SAW ke Masjidil Haram dan semua duduk bershaf-shaf di bawah maqam Ibrahim. Di masjid, seorang khatib membacakan tahmid dan tahlil dan sekali lagi do`a untuk khalifah, amir Makkah dan qadhi dari mazhab Syafi`i. Setelah itu, adzan untuk shalat Isya dikumandangkan.Setelah shalat, kerumunan bubar.

Dari berbagai sumber internet