HUKRIM – Sejak aksi penganiayaan yang dilakukan oleh Musa Patras (18) terhadap ayahnya, Tinu Patras (59), Sabtu (18/11) malam, musa sempat menghilang selama 3 hari sebelum ditemukan warga di Kompleks Perumahan Perbinda Kelurahan Biga, musa sempat melakukan beberapa aksi pencurian.

Musa melakukan aksi pencurian di rumah warga di kelurahan biga serta kelurahan kotobangon. Aksi Musa diungkapkan salah seorang korban, Novri Sumeo, warga Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur, yang kehilangan 1 unit telepon genggamnya.

“Ia mengambilnya dari warung, saat itu sekitar pukul 00.15 wita. Saya sempat memergokinya tapi musa berhasil kabur dengan membawa telepon genggam,” kata Novri, saat melapor di Mapolsek Urban Kotamobagu, Selasa (21/11) siang.

Bejat! Anak Aniaya Ayahnya Menggunakan Balok

Musa ‘Si Anak Durhaka’ Akhirnya Tertangkap Oleh Warga

Keterangan Novri tak dapat dibantah oleh Musa. Iya juga membenarkan pencurian yang dilakukannya di Kelurahan Biga. Hasil curiannya dijual untuk membeli lem ehabon.

“Iya, saya mencuri Hp Novri serta tabung gas dan sepatu di Togop. Uangnya untuk membeli lem ehabon,” kata Musa, saat berada ditahanan Mapolsek.

Sementara ketika ditanyakan tempat persembunyiannya, musa mengatakan, dimalam hari ia tidur di kuburan dan siangnya berada di stadion gelora ambang.    

“Kalau malam saya tidur di kuburan cina di kotobangon, siangnya saya berada di gelora ambang,” ujarnya.

Musa berhasil ditangkap warga selasa (21/11) pagi. Saat ini musa telah diamankan di sel tahanan Mapolsek Urban Kotamobagu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami akan mendalami kasus ini, sementara masih fokus pada penganiayaan yang dilakukan musa,” kata Kapolsek Urban Kotamobagu, Ruswan Buntuan.

Untuk perbuatan musa terhadap ayahnya, ia akan dikenakan pasal 351 ayat 2 dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara.