Istimewa

HUKRIM – Pengadilan Italia menjatuhkan hukuman sembilan tahun penjara kepada mantan pemain depan Manchester City dan Brasil, Robinho, setelah terbukti mengambil bagian dalam pemerkosaan bersama 5 rekannya terhadap seorang wanita Albania pada Januari tahun 2013. 

Pengadilan Milan memutuskan bahwa Robinho dan lima orang Brasil lainnya menyerang wanita yang berusia 22 tahun saat itu, setelah memberinya alkohol di diskotek. Saat ini, keberadaan lima teman Robinho tidak diketahui, sehingga persidangan mereka masih ditunda. 

Robinho, 33, yang bermain untuk Milan dari 2010-2015 dan saat ini bersama Atlético Mineiro di Brasil, melalui pengacaranya mengaku tidak bersalah dan tidak hadir dalam persidangan di Italia utara. “Kami ingin mengklarifikasi bahwa dia telah membela dirinya dari tuduhan tersebut, dengan menegaskan bahwa dia tidak melakukannya seperti apa yang dituduhkan,” kata pengacaranya, dilansir theguardiancom.

Sementara Robinho hanya memberikan pernyataan melalui akun instagramnya. “Semua tindakan hukum sedang dilakukan.” Robinho berhak mengajukan dua banding dan Italia hanya akan melakukan ekstradisi setelah proses hukum ini habis, kata seorang sumber. 

Napi Rutan Kendalikan Ratusan Ribu Pil Ekstasi

Namun, Brasil tidak mengizinkan ekstradisi warganya sendiri, yang berarti dia akan mengambil risiko penangkapan dan deportasi hanya jika dia dihentikan di negara ketiga.  

Pengadilan Milan juga memerintahkan korban menerima  60.000 euro atau sekitar 9oo juta lebih jika dirupiahkan, sebagai kompensasi atas penderitaannya.  

Robinho telah memenangkan 100 caps untuk Brasil dan mencetak 28 gol. Ia memulai karirnya di Santos, di mana tim yang ia bintangi memenangkan liga pada tahun 2002 dan 2004.  

Ia pindah ke Real Madrid pada tahun 2005, namun hanya bertahan selama tiga tahun sebelum pindah ke Manchester City.