Organisasi Wanita Katolik Indonesia Kotamobagu saat membersihkan sampah usai sholat Idul Fitri. Foto : Diskominfo

KOTAMOBAGU – Hasil penelitian Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2017 pada 94 dari 98 kota di Indonesia sejak oktober 2016 oleh Setara Institute, Kota Kotamobagu memiliki skor kedua tertinggi bersama Kota Binjai, Palu dan Tebing Tinggi.

Penelitian dilakukan untuk kota-kota yang dianggap berhasil membangun dan mengembangkan toleransi serta disandingkan dengan realitas perilaku sosial masyarakat dalam tata kelola keberagaman.

“Ini surprise bagi pemerintah dan masyarakat, ini satu kebanggaan untuk kota kotamobagu,” kata Wali Kota Kotamobagu, Ir. Tatong Bara, Senin (20/11).

Menurut Tatong Bara, sebagaimana kuatnya pemerintah mengajak masyarakat untuk hidup rukun tetapi tidak dibarengi dengan tingkat kesadaran yang tinggi, ini akan sulit dicapai.

“Kita hidup dalam perbedaan tetapi kebersamaan tetap terjaga, keharmonisan ini hendaknya selalu dijaga,” ujar Tatong.

Ia melanjutkan, prestasi ini tentunya merupakan wujud kesadaran masyarakat untuk tetap hidup dalam kerukunan yang baik.

“Terima kasih untuk seluruh masyarakat yang menjaganya,” ujarnya.

Perlu diketahui, hasil penelitian yang dilakukan Setara Institute selama setahun terakhir, terdapat 10 kota dengan skor toleransi tertinggi.

Ini Skor Ke-10 kota dari hasil penelitian Indeks Kota Toleran

  1. Manado (skor 5,90)
  2. Pematangsiantar (5,90)
  3. Salatiga (5,90)
  4. Singkawang (5,90)
  5. Tual (5,90)
  6. Binjai (5,80)
  7. Kotamobagu (5,80)
  8. Palu (5,80)
  9. Tebing Tinggi (5,80)
  10. Surakarta (5,72).