PORTAL MONGONDOW – Jika kegemaran dibisniskan ternyata dapat menghasilkan keuntungan yang lumayan besar. Ini yang dialami Ririn Kahard,  yang memiliki dagangan dengan nama Hotang (Hotdog Kentang). Bisnis kuliner ringan yang menjajakan bakso goreng crispy, aneka hotdog dan burger.

Bermula dari kegemarannya makan hotdog, bisnis kuliner ringan ini sukses dijalankannya  dan menjadi ladang rupiah bagi Ririn, begitu ia biasa disapa. Padahal wanita ini masih menyandang status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Lingkungan Hidup Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.

“Awalnya dari kegemaran makan hotdog, jadi mencoba membuatnya, apalagi di kotamobagu sulit untuk mendapatkannya. Teman-teman yang ikut mencicipi mengaku hotdog buatan saya enak,” Ia bercerita kepada portalmongondow.com sambil melayani pembeli digerai yang terletak di Parkiran Indomaret kelurahan sinindian, selasa 31 oktober 2017.

Berbekal hal tersebut, terbersit keinginannya untuk menjajakannya. Ide ini ia sampaikan kepada kakak sepupunya Phank Putena. Mereka mengawali usaha ini pada bulan mei 2016, dengan berjualan ditempat tinggalnya sambil menerima pesanan antar.

 

Phank, Ririn dan anaknya di Gerai Hotang

 

“Phank yang punya modal, saya ikut bantu bikin dan menjualnya, juga mempromosikan melalui media sosial. Banyak orderan yang masuk melalui ojek online juga,” ucap wanita lulusan SMK 3 Manado jurusan tekhnik informatika ini.

Wanita single parent, ibu dari Azalika Nairah ini juga mengatakan, minat pembeli makin hari semakin bertambah, sehingga mereka memutuskan sebulan terakhir membuka gerai untuk memudahkan pembeli mendapatkan dagangannya.

“Sudah sebulan berjualan disini. Phank yang duluan berjualan pukul 15.00 wita, saya melanjutkan pukul 18.30 sepulang kantor, jadi tidak mengganggu pekerjaan kantor. Harga berkisar 10 ribu hingga 15 ribu, tergantung makanan yang dipesan,” terang wanita yang sudah 6 tahun mengabdi di pemerintahan ini.

Nama Hotang yang dipakai mungkin agak mengkhawatirkan bagi warga kota kotamobagu yang notabene mayoritas muslim, namun ririn memastikan bahan yang dipakainya adalah halal.

“Daging yang dipakai adalah daging sapi. Kami juga memastikan produsen yang memasok bahan memiliki sertifikasi halal, apalagi saya juga seorang muslim,” ungkap wanita berhijab ini.

Dari usaha ini, Ririn dan Phank bisa meraup keuntungan ratusan ribu rupiah setiap hari, tidak menutup kemungkinan ia dan phank akan membuka gerai ditempat lain.

“Alhamdulillah bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, membantu ibu dimanado dan untuk ditabung. Kita lihat kedepan, siapa tahu bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” tandasnya.

 

 Penulis : Mathox Kadullah