Agung Adati foto bersama Rombongan/Istimewa

KOTAMOBAGU – Sekitar 300 Mahasiswa Universitas Manado, Sulawesi Utara, melakukan studi tur di sejumlah destinasi pariwisata dan Usaha Kecil Menengah yang ada di Kota Kotamobagu. Rombongan dipimpin oleh Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi, DR. Yansen Tawas, MP. Rombongan berada di Kotamobagu sejak Jumat (24/11) hingga Sabtu (25/11).

Menurut Yansen, kedatangan mahasiswa Unima untuk melihat dari dekat proses produksi dan manajemen pemasaran sejumlah Usaha Kecil Menegah antaranya, Industri Kacang Goyang di Motoboi Kecil dan produksi gula semut di Desa Moyag.

Selain mengunjungi UKM, rombongan juga mengunjungi sejumlah Destinasi Wisata Religi, diantaranya Klenteng Tian Shang Seng Mu, Makam Raja D.C. Manoppo serta Hutan Kota di Kelurahan Mongkonai Barat.

“Studi tur ini merupakan bagian dari kurikulum bidang kemahasiswaan yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan serta pengetahuan mahasiswa Unima di bidang UKM, serta potensi pariwisata yang ada di Kota Kotamobagu,” tutur Yansen.

Agung Adati menerima piagam penghargaan dari Yansen Tawas/Istimewa

Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kotamobagu, Moch. Agung Adati, ST, Msi melalui press release, menyampaikan terima kasih karena Kota Kotamobagu telah dipilih menjadi daerah tujuan studi tur.

“Kunjungan lapangan seperti ini disamping memberi manfaat secara langsung bagi mahasiswa, juga diharapkan dapat menjadi sarana promosi bagi produksi UKM dan Potensi Pariwisata yang ada di Kota Kotamobagu,” ungkap Agung pada pertemuan dengan Mahasiswa, sesaat sebelum meninggalkan Kotamobagu. 

Wali Kota Kotamobagu Raih Penghargaan Kompas Gramedia Sulut Award 2017

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa Pemerintah memberi kesempatan bagi mahasiswa semester akhir untuk dapat melakukan penelitian di Kota Kotamobagu, baik terkait dengan pengembangan UKM maupun strategi pengembangan Pariwisata yang ada di Kota Kotamobagu.

“Kontribusi mahasiswa melalui hasil penelitiannya dapat digunakan sebagai referensi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Penghargaan kepada pemerintah karena telah memfasilitasi kegiatan selama di Kota Kotamobagu, pihak Unima memberikan Piagam Penghargaan sebelum meninggalkan kotamobagu. Sebaliknya pemerintah melalui Agung Adati menyerahkan plakat kepada pihak Unima.