Kerukunan Beragama

PortalMongondow, Kotamobagu – Dewasa ini, kerukunan antar umat beragama masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Ditengah perhatian dunia internasional terhadap kerukunan di Indonesia, rasa persatuan dan tenggang rasa masih cukup tinggi di negara ini.

Cerminan ini tergambar jelas pada tembok pagar lorong mimosa, yang terletak di Kelurahan Mogolaing, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. Melalui tempat ini, akan menuju pemukiman padat penduduk yang mayoritas dihuni warga sangihe.

Saat mendatangi tempat ini, terlihat pada tembok depan, goresan cat bertuliskan Niondon Dega, bahasa mongondow yang berarti selamat datang. Didekatnya juga ada tulisan berbahasa sangihe Somahe kai kehage, kurang lebih diartikan kita semua bersaudara.

Ditembok ini, warga juga melukis sosok Bogani, tokoh legendaris kebanggaan warga suku mongondow. Saat itu juga, beberapa pemuda masih terlihat sibuk menggambar. Meski belum selesai, namun telah jelas terlihat, mereka sedang melukis bentuk manusia dengan simbol-simbol agama besar yang ada di Indonesia.

“Idenya datang dari warga yang tinggal sekitar sini,” ujar Novry Kalinde (31), pemuda setempat.

Novry melanjutkan, gambar-gambar yang ada ditembok adalah wujud kebhinekaan sebagai bentuk solidaritas.

“Kami hanya ingin menunjukan bahwa ditempat ini, ikatan antar umat beragama begitu kuat,” tegasnya.

Meisy Masikome (20), warga yang sama, menginginkan apa yang tersirat, dapat dijadikan pedoman hidup dalam tatanan masyarakat kotamobagu pada khususnya, dan umumnya oleh warga negara Indonesia.

“Damai itu indah, dimata Tuhan, kita semua sama,” ucap Meisy singkat.

Terpisah, Lurah Mogolaing, Fatmawati Ginano, memberikan apresiasi yang tinggi, atas apa yang telah dicetuskan warganya.

“Ini sesuai dengan apa yang ada, sebab di kotamobagu, mungkin hanya di kelurahan mogolaing yang memiliki tempat peribadatan dari empat agama besar yang ada di Indonesia,” ucap Fatmawati sambil berharap, kerukunan antar umat beragama akan selalu terjaga.

 

Penulis : Mathox Kadullah

Video pemuda Mimosa saat sedang melukis tembok