Pasar 23 Maret

PORTALMONGONDOW, KOTAMOBAGU – Uji pangan berbahaya di Pasar 23 Maret Kotamobagu oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Usaha Kecil Menegah (Disperdagkop & UKM) Kota Kotamobagu (KK) dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manado,direspon positif oleh pedagang yang ada dipasar tersebut.

Bayu Pratama (28), pedagang mie basah yang sempat diperiksa dagangannya oleh petugas mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan memiliki keuntungan tersendiri bagi pedagang.

“Ini baik untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pedagang bahan makanan dan pedagang makanan,” kata Bayu saat kami wawancarai di lapak dagangannya, senin, 30 oktober 2017.

Maraknya peredaran makanan yang mengandung zat berbahaya kata bayu,  membuat masyarakat lebih selektif untuk membeli bahan makanan maupun makanan yang dijual.

“Semakin sering dilakukan pengujian, keraguan masyarakat juga akan hilang, sehingga semakin banyak yang datang membeli, dagangan jadi laris” ucap Bayu yang sehari-hari berdagang dari pukul 04.00 dini hari hingga pukul 15.00 wita.

Baca juga : Uji Pangan Berbahaya, Disperdagkop & UKM KK Kerjasama BPOM

Kepala Disperdagkop & UKM KK , Herman Aray, melalui Kasie Pasar dan Sarana Perdagangan, Hendra Manoppo menjelaskan, selain melakukan pengujian, Disperdagkop & UKM,  juga sudah melakukan sosialisasi terkait jenis-jenis bahan yang dapat membahayakan kesehatan dengan instansi terkait.

“Sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menjamin kesehatan warga kotamobagu, ini juga untuk kebaikan pedagang,  program ini akan terus kami jalankan,” kata Hendra.

50 jenis makanan yang dilakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak mengandung Methanyl Yellow, Rhodamin B dan Boraks oleh Disperdagkop & UKM KK bekerjasama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Manado. “

Dari hasil pemeriksaan hari ini, tidak diemukan bahan makanan dan makanan yang mengandung zat berbahaya,” tutup Hendra.

 

Penulis : Mathox Kadullah