Willem Rampangilei memberikan sambutannya. (Foto : BPBD Bolmong).

 

Portalmongondow, Sorong – Peringatan Bulan Penanggulangan Risiko Bencana (PRB) tahun 2017, dibuka oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, digedung Aimas Convention Center, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat, Senin (23/10).

Willem Rampangilei dalam sambutannya menegaskan, sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk melindungi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dari ancaman bencana sehingga menjamin keberlanjutan pembangunan. Dalam RPJMN tersebut, Pemerintah telah menetapkan prioritas 136 kabupaten/kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berisiko tinggi.

“Upaya pengurangan risiko bencana bukan semata-mata sebagai pengeluaran tetapi telah diperhitungkan sebagai investasi pembangunan,”

Willem menambahkan, penanggulangan bencana, khususnya upaya PRB, mampu untuk meningkatkan ketahanan sehingga tidak mempengaruhi secara serius proses pembangunan.

Salah satu upaya dalam implementasi PRB tersebut dengan menurunkan indeks risiko bencana pada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Program pembangunan ini jelas tertuang dalam Nawacita dan terintegrasi dalam (RPJMN) 2015 – 2019 yang menekankan pada penanggulangan bencana, khususnya PRB, ke dalam perencanaan pembangunan nasional hingga lokal.

 

Willem Rampangilei dan Channy Wayong

 

Hal ini ditanggapi oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Channy Wayong, yang menyempatkan diri hadir pada kegiatan ini.

“Apa yang disampaikan pak willem sangat jelas, kami sebagai pelaku PRB didaerah tentunya

menginginkan investasi PRB lebih terarah dalam pemanfaatannya, agar pemerintah daerah dan masyarakat lebih memahami aktivitas PRB sebagai investasi ketangguhan,” ujar Channy.

Baca juga  :  BPBD Bolmong Hadir Pada Peringatan Bulan PRB di Papua Barat

Channy juga menambahkan, komitmen dalam upaya penanggulangan bencana tentunya perlu ditingkatkan antara pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat dan juga sektor swasta.

“Ini tentunya memerlukan kesadaran bersama, perlunya komitmen yang kuat antar pelaku PRB sehingga apa yang tertuang dalam nawacita dan RPJMN 2015-2019 akan terlaksana dengan baik,” lanjutnya.

BNPB bersama tuan rumah Pemerintah Provinsi Papua Barat menyelenggarakan peringatan ini dengan beberapa agenda seperti knowledge sharing, rally PRB, bersih sungai dan pengukuhan sekolah sungai, pelatihan manajemen bencana, pameran dan sebagainya. Penyelenggaraan yang berlangsung 4 hari ini berlangsung di empat tempat, yaitu Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Tambraw dan Kabupaten Raja Ampat.

 

Sumber : Humas BNPB dan BPBD Bolmong

Editor     :  Mathox Kadullah