anak asuh daerah
Walikota Kotamobagu, Ir Tatong Bara, saat menyerahkan bantuan dalam program anak asuh daerah
anak asuh daerah
Walikota Kotamobagu, Ir Tatong Bara, saat menyerahkan bantuan dalam program anak asuh daerah

Kotamobagu, portalmongondow.com – Ribuan siswa mulai tingkat SD hingga SMA serta ratusan mahasiswa S1 yang masuk dalam program anak asuh daerah, mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Kotamobagu.

Penyerahan bantuan yang langsung dilakukan Walikota Kotamobagu, Ir Tatong Bara, Senin (04/09/2017), siang tadi, bertempat di Aula Rumah Dinas Walikota.

Data diperoleh, untuk tingkat SD yang mendapat bantuan sebanyak 1.401 siswa, disusul tingkat SMP sebanyak 644 siswa, serta SMA sebanyak 445 siswa. Sementara untuk mahasiswa S1, tercatat 275 mahasiswa. Total keseluruhan yang mendapat bantuan dalam program anak asuh daerah ini, sebanyak 2.765 pelajar/mahasiswa.

Besaran bantuan yang dikucurkan dalam program Pemkot bekerja sama dengan Bank BNI ini, mencapai jutaan rupiah, dan jumlahnya bervariasi sesuai tingkat pendidikan. Untuk tingkat SD, masing-masing siswa akan menerima Rp 1 juta. Kemudian SMP sebesar Rp 1,5 juta dan SMA Rp 1,7 juta. Pun begitu dengan para mahasiswa S1, yang nanti akan menerima Rp 3,4 juta masing-masingnya.

Walikota Kotamobagu, Ir Tatong Bara, di hadapan para siswa, mengatakan, pemberian bantuan oleh pihaknya, merupakan bentuk kepedulian dirinya terhadap dunia pendidikan di kota yang tengah dipimpinnya. Terlebih, dirinya mengaku pernah merasakan betapa sulitnya menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.

“Saya pernah merasakan sulitnya mendapatkan dana sekolah. Sehingga, tercipta ide untuk membantu para anak sekolah yang tepat sasaran,” ujar Tatong.

Sementara terkait teknis pemberian bantuan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kotamobagu, Rio Lombone, menerangkan, hanya mahasiswa S1 saja yang menerima bantuan berupa uang tunai. Untuk tingkat SD hingga SMA nantinya akan mendapatkan bantuan berupa perlengkapan sekolah. Pemkot pun disebut Lombone, menghabiskan sedikitnya Rp 4 miliar dalam pencairan tahap pertama ini.

“Jadi hanya mahasiswa yang mendapatkan uang cash. Sedangkan siswa tingkat SD hingga SMA bantuannya dalam bentuk peralatan sekolah,” terang Lombone. (*)