mahasiswa unsrat
Walikota Kotamobagu, Ir Tatong Bara, saat foto bersama dengan para mahasiswa Unsrat yang menggelar KKT di Kotamobagu
mahasiswa unsrat
Walikota Kotamobagu, Ir Tatong Bara, saat foto bersama dengan para mahasiswa Unsrat yang menggelar KKT di Kotamobagu

Kotamobagu, portalmongondow.com – Bertemapat di Rumah Jabatannya, Walikota Kotamobagu, Ir Tatong Bara, Kamis (06/07/2017), menjamu sedikitnya 143 mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Terpadu (KKT) di Kotamobagu.

Dalam kegiatan yang direncanakan berlangsung selama 23 hari, para mahasiswa nantiny akan membantu membangun jaringan website, system informasi desa (Simda) untuk 13 desa di Kotamobagu.

Dalam pertemuan tersebut, Tatong menyampaikan harapannya, agar kiranya para mahasiswa dapat memberi sumbangsih dalam menopang berbagai program Pemerintah Kota Kotamobagu, termasuk program Smart City yang sedang dicanangkan.

“Kami pemerintah mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Kotamobagu sebagai lokasi KKT tahun ini,” kataTatong.

Lanjut Tatong, program pemerintah yang sedang dijalankan, akan turut terbantu dengan tenaga mahasiswa yang melaksanakan KKT.

“Sebagai kota dengan konsep smart city akan turut terbantu dengan adanya pelaksanaan KKT ini,” ujar Tatong.

Tatong juga meminta agar seluruh Sangadi (Kepala Desa, red) yang  akan menerima mahasisiwa unsrat untuk diberikan pelayanan terbaik.

“Saya meminta sangadi harus membantu pelaksanaan KKT oleh mahasiswa ini. Sebab, dari berbagai daerah di Sulawesi Utara (Sulut), Kotamobagu masih dipercaya untuk dijadikan lokasi praktik ini. Belum tentu daerah lain bisa seperti Kotamobagu,” tambahnya.

Terpisah, Sangadi Desa Kopandakan I Kecamatan Kotamobagu Selatan, Muslim Tungkagi mengatakan, mahasiswa yangt ditempatkan di desanya sebanyak 12 orang  mahasisiwa.

“Pemerintah desa kopandakan I, siap memfasilitasi segala kebutuhan yang nantinya akan dibutuhkan para mahasiswa unsrat,” ucapanya.

Sekadar diketahui, sebelumnya Kotamobagu juga sudah dua kali menjadi daerah yang dipilih untuk pelaksanaan praktik oleh mahasiswa Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN). (*)