pindah pasar senggol
Rapat Dengar Pendapat soal polemik pemindahan pasar senggol, antara DPRD Kotamobagu, Pemkot serta ratusan pedagang
pindah pasar senggol
Rapat Dengar Pendapat soal polemik pemindahan pasar senggol, antara DPRD Kotamobagu, Pemkot serta ratusan pedagang

Kotamobagu, portalmongondow.com – Pemerintah Kota Kotamobagu bersikukuh dan akan tetap mempertahankan kebijakan pemindahan pasar senggol ke Pasar Poyowa Kecil, meski ada desakan kuat dari sejumlah warga Gogagoman.

Penegasan disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop-UKM) Herman Arai, saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kotamobagu bersama para pedagang, Selasa (13/06/2017), siang tadi.

“Pasar senggol tetap di desa Poyowa Kecil sesuai SK Walikota Nomor 77 Tahun 2017,” tegas Arai merujuk SK yang baru-baru ini diterbitkan Walikota Tatong Bara.

Hal senada juga ditegaskan Asisten II Pemkot Kotamobagu, Drs Gunawan Damopolii, dengan berdalih pemerataan ekonomi dan lebih mengenalkan pasar Poyowa Kecil.

“Pasar Poyowa Kecil adalah pendukung pasar serasi dan 23 Maret. Masih banyak yang belum tahu pasar itu, makanya melalui momen ini kita memperkenalkannya ke masyarakat luas, dengan harapan pasar itu akan tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Para pedagang sendiri, dalam pernyataan yang diwakili salah satu pemuda, Sofyan Bede, menyampaikan penolakan untuk pindah di Pasar Senggol Poyowa Kecil.

“Dan itu belum semua, masih ada juga yang belum menandatangani penolakan untuk berjualan di sana. Ini bukan rekayasa, tapi fakta. Para pedagang kuliner juga tak mau pindah ke sana,” tuturnya.

Diketahui, RDP yang digelar di Ruang Banmus DPRD ini dihadiri puluhan perwakilan pedagang, sejumlah pimpinan instansi teknis terkait, serta Fraksi-fraksi DPRD. Pertemuan diinisiasi pihak DPRD, dengan mempertimbangkan desakan kuat oleh para pedagang. (*)