program nonaktifkan handphone
Rapat perdana P2TP2A Kotamobagu, di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rabu (22/02/2017), pagi tadi
program nonaktifkan handphone
Rapat perdana P2TP2A Kotamobagu, di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rabu (22/02/2017), pagi tadi

Kotamobagu, portalmongondow.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kotamobagu, Tahlis Gallang SIP, MM, merespon positif usulan yang disampaikan Ketua Majelis ulama Indonesia (MUI) Kotamobagu, Ustadz Yusuf Danny Pontoh, terkait program menonaktifkan handphone pada pukul 18.00 sampai 20.00 setiap hari.

Dikatakan Tahlis, di waktu-waktu sebagaimana diusulkan ustadz Danny, memang merupakan waktu yang ideal untuk membina hubungan dalam keluarga terutama dengan anak-anak.

“Di jam-jam tersebut, teknologi handphone kita akan dinonaktifkan. Jadi di waktu-waktu itu, akan digunakan sebaik mungkin dalam rangka membangun komunikasi dan dimanfaatkan betul-betul untuk keluarga terutama anak-anak,” ujar Tahlis.

Diharapkan dirinya, dengan meluangkan waktu secara efektif bersama keluarga pada jam-jam tersebut, nantinya bisa menekan angka kekerasan terhadap anak.

“Di jam-jam itu bisa saja kita akan beribadah. Dan setelah itu, mungkin anak-anak kita butuh pendampingan pada saat mengerjakan pekerjaan rumah. Dengan demikian, diharapkan kasus-kasus kekerasan akan jarang terjadi,” harapnya.

Namun demikian, menurut Tahlis, apa yang diusulkan Ustadz Danny tersebut, masih akan dibahas lebih lanjut oleh pihaknya untuk kemudian disosialisasikan dan diterapkan secara luas kepada masyarakat.

“Itu baru usulan, akan kita bahas lagi. Nanti kalau memang akan diterapkan, maka tidak hanya bagi ASN, namun juga akan kita sosialisasikan dan berlakukan kepada seluruh masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam rapat perdana Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kotamobagu di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Jalan Paloko Kinalang, Rabu (22/02/2017), pagi tadi, Ustadz Yusuf Danny Pontoh yang hadir selaku rohaniawan, mengusulkan program menonaktifkan handphone pada pukul 18.00 – 20.00 setiap harinya. Usulan tersebut disampaikan Ustadz Danny, dengan harapan, setiap orang tua dapat meluangkan waktu secara efektif bersama anak-anak, sehingga kasus-kasus kekerasan terhadap anak, nantinya bisa ditekan. (man)